This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Saleh, Muhammad (2025) Makna simbolik dalam kisah Samiri pada Surah Ṭāhā Ayat 85–96: analisis hermeneutika simbol Paul Ricoeur. Masters thesis, UIN Sunana Ampel Surabaya.
|
Text
Muhammad Saleh_02240523024.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Muhammad Saleh_02240523024_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 6 January 2029. Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur historis dan naratif kisah Samiri dalam Surah Ṭāhā ayat 85-96 menurut tafsir klasik dan kontemporer, menelusuri munasabah atau keterkaitan kisah tersebut dengan ayat-ayat lain, serta menganalisis pemaknaan simbol-simbolnya melalui hermeneutika Paul Ricoeur guna menemukan relevansinya dengan tantangan teknologi masa kini. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif yang menerapkan kerangka teori mimesis Paul Ricoeur untuk membaca lapisan makna simbolik dalam teks. Analisis dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu mimesis satu untuk memahami konteks narasi dan fitnah sebagai ujian, mimesis dua untuk mengonfigurasi simbol anak sapi, emas, dan sosok Samiri, serta mimesis tiga untuk merefigurasi makna tersebut secara kritis ke dalam realitas masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara historis mentalitas Bani Israil yang rapuh secara keyakinan pasca yang membuat mereka rentan terhadap manipulasi, sedangkan secara naratif kisah ini menempatkan Samiri sebagai tokoh yang memanfaatkan celah tersebut. Analisis munasabah mengungkap bahwa kisah ini saling melengkapi dengan Surah Al-A’raf yang menegaskan aspek visual ketidakberdayaan patung, serta Surah Al-Baqarah dan An-Nisa yang menjelaskan latar belakang psikologis penyimpangan tersebut. Adapun hasil hermeneutika simbol Paul Ricoeur menemukan bahwa patung anak sapi adalah simbol berhala yang memukau secara visual, sedangkan khuwar yang dihasilkan merupakan simbol ilusi kehidupan. Sosok Samiri merepresentasikan arketipe manipulator yang menyalahgunakan untuk menyesatkan publik dengan keajaiban palsu. Oleh karena itu, relevansi kisah ini adalah sebagai kritik terhadap ketergantungan manusia pada ciptaannya sendiri yang secara ontologis, kosong tanpa ruh dan ada potensi menyesatkan.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | Agama dan Ilmu Pengetahuan | ||||||||||||
| Keywords: | Simbolisme; kisah Samiri; kecerdasan buatan; semiotika; Paul Ricoeur | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | muhammad saleh | ||||||||||||
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 08:33 | ||||||||||||
| Last Modified: | 06 Jan 2026 08:33 | ||||||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/85695 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
