This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Musyarofah, Lailatul (2025) Hubungan inovasi dengan pertumbuhan ekonomi dan pengangguran di 7 Negara ASEAN. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Lailatul Musyarofah_08020122038 OK.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Lailatul Musyarofah_08020122038 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 7 January 2029. Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN yang relatif tinggi dalam satu dekade terakhir belum sepenuhnya mampu mengatasi permasalahan pengangguran dan kesenjangan kualitas kerja. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya bersifat inklusif. Inovasi sering dipandang sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, namun efektivitasnya diduga sangat dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi dan kualitas tata kelola institusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dinamis antara inovasi, pertumbuhan ekonomi, dan pengangguran di tujuh negara ASEAN, yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, Vietnam, dan Filipina selama periode 2014–2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Panel Vector Autoregression (PVAR) untuk menangkap keterkaitan jangka pendek dan jangka panjang antarvariabel. Tiga model dikembangkan, yaitu Model Baseline yang memetakan hubungan dasar antara pertumbuhan ekonomi dan pengangguran, Model Extended dengan penambahan variabel kontrol institusional berupa control of corruption, serta Model Interaction yang memasukkan variabel interaksi antara inovasi dan kontrol korupsi (GII_COC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN bersifat sangat self-driven, dengan kontribusi faktor internal berkisar antara 73,9% hingga 90,7%, sehingga responsnya terhadap inovasi murni relatif lemah. Pengangguran juga didominasi oleh faktor internal, namun kualitas tata kelola institusi memiliki peran penting. Variabel control of corruption terbukti berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat pengangguran dengan kontribusi sebesar 23,7%. Temuan utama menunjukkan bahwa variabel interaksi inovasi dan kontrol korupsi (GII_COC) memiliki dampak yang signifikan dan konsisten dalam menekan pengangguran. Hasil ini mengindikasikan bahwa inovasi tidak secara otomatis mampu menciptakan lapangan kerja, melainkan baru efektif ketika didukung oleh lingkungan institusional yang bersih dan tata kelola yang baik. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan di negara-negara ASEAN perlu diarahkan pada strategi yang terintegrasi antara penguatan inovasi, perbaikan tata kelola pemerintahan, serta stabilisasi kondisi makroekonomi. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan serta menekan pengangguran secara efektif.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Ekonomi | ||||||||
| Keywords: | Inovasi; Pertumbuhan Ekonomi; Pengangguran; ASEAN; PVAR | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ilmu Ekonomi | ||||||||
| Depositing User: | Lailatul Musyarofah | ||||||||
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 03:15 | ||||||||
| Last Modified: | 07 Jan 2026 03:15 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/85758 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
