Kepercayaan terhadap larangan perkawinan anak pertama dengan anak ketiga studi kasus tradisi keluarga di Desa Nambak Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Cahyani, Ika Nur (2025) Kepercayaan terhadap larangan perkawinan anak pertama dengan anak ketiga studi kasus tradisi keluarga di Desa Nambak Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Ika Nur Cahyani_10030322083.pdf

Download (7MB)
[img] Text
Ika Nur Cahyani_10030322083_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 January 2029.

Download (7MB)

Abstract

Larangan perkawinan antara anak pertama dengan anak ketiga (lusan) merupakan salah satu kepercayaan tradisional dalam masyarakat Jawa yang hingga kini masih dipertahankan, khususnya di wilayah pedesaan. Penelitian ini dilakukan di Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, karena masyarakat setempat masih secara aktif mempraktikkan dan mematuhi larangan tersebut dalam kehidupan keluarga dan sosial, meskipun tidak memiliki landasan normatif dalam ajaran Islam maupun hukum negara. Kondisi ini menjadikan Desa Nambak sebagai lokasi yang relevan untuk mengkaji bagaimana kepercayaan tradisional tetap bertahan di tengah perubahan sosial dan arus modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna subjektif masyarakat terhadap larangan perkawinan anak pertama dengan anak ketiga sebagai bentuk kepercayaan religius berbasis tradisi, serta menganalisis fungsi kepercayaan tersebut dalam menjaga keteraturan sosial dan moral keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap warga, tokoh adat, dan tokoh agama di Desa Nambak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap larangan lusan dipertahankan melalui pewarisan nilai keluarga, pengalaman oragng-orang terdahulu, serta narasi sosial mengenai dampak buruk yang diyakini akan muncul apabila larangan tersebut dilanggar, seperti konflik rumah tangga, kesulitan ekonomi, hingga kematian. Dalam perspektif fenomenologi, kepatuhan masyarakat terhadap larangan ini didasarkan pada Because Motives yang bersumber dari pengalaman masa lalu dan ajaran leluhur, serta In-Order Motives yang berorientasi pada upaya menjaga keselamatan, keharmonisan, dan ketenangan sosial. Kepercayaan ini berfungsi sebagai mekanisme pengendalian sosial yang memperkuat keteraturan dan stabilitas sosial masyarakat desa. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu terletak pada fokus analisis dan pendekatan teoretik yang digunakan. Penelitian sebelumnya umumnya menekankan aspek hukum Islam, persepsi generasi muda, atau nilai aksiologis tradisi lusan secara umum. Sementara itu, penelitian ini secara khusus mengkaji makna religius dan fungsi sosial kepercayaan lusan dalam konteks tradisi keluarga dengan menggunakan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam memahami kepercayaan tradisional sebagai realitas sosial yang dimaknai, diinternalisasi, dan dijalankan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Cahyani, Ika Nurikaaanurcahyani@gmail.com10030322083
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorIsmail, Mucahammadmuhammad.ismail@uinsby.ac.id2003058001
Subjects: Perkawinan
Adat
Budaya
Keywords: Kepercayaan tradisional; larangan perkawinan; lusan; fenomenologi; keteraturan sosial
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: ika nur cahyani
Date Deposited: 06 Jan 2026 04:29
Last Modified: 06 Jan 2026 04:29
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/85775

Actions (login required)

View Item View Item