This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Masruchan, Masruchan (2025) Tinjauan maslahah mursalah dan qard terhadap praktik utang piutang tabungan pada anggota PKK di Desa Sumberan Kecamatan Wiyung Kota Surabaya dalam perspektif maslahah. Undergraduate thesis, UIN Sunana Ampel Surabaya.
|
Text
Moh. Nasiquddin_05040221122.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
Moh. Nasiquddin_05040221122_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 6 January 2029. Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini berjudul “Tinjauan Maṣlaḥah Mursalāh terhadap Praktik Utang Piutang Tabungan pada Anggota PKK di Desa Sumberan Kecamatan Wiyung Kota Surabaya.” Fokus kajiannya berangkat dari praktik tabungan PKK yang dijalankan melalui sistem utang-piutang, di mana anggota yang meminjam wajib mengembalikan dana dengan jumlah lebih besar dari pokok pinjaman. Selisih tersebut kemudian dibagikan kepada anggota penabung, sementara peminjam memperoleh cashback di akhir tahun. Mekanisme ini menimbulkan persoalan pada kaidah Islam karena terdapat indikasi faktor riba serta ketidakjelasan akad. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup: (1) bagaimana mekanisme pelaksanaan utang-piutang dalam tabungan PKK Desa Sumberan, dan (2) bagaimana analisis maṣlaḥah mursalāh terhadap praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data dijalankan melalui pengamatan langsung (observasi), wawancara dengan anggota PKK, serta pengkajian dokumen yang terkait. Analisis dilakukan dengan menghubungkan kondisi empiris di lapangan dengan teori hukum Islam, khususnya akad qarḍ, serta menilai praktik tersebut melalui konsep maṣlaḥah mursalāh untuk melihat keseimbangan antara manfaat (maslahat) dan mudarat (mafsadah). Hasil observasi mengungkapkan bahwa mekanisme utang-piutang tabungan PKK di Desa Sumberan memberikan sejumlah manfaat, antara lain mempererat hubungan sosial antaranggota, menyediakan akses dana tanpa jaminan, dan menumbuhkan kebiasaan menabung di masyarakat. Namun demikian, ditemukan pula aspek negatif berupa adanya tambahan pengembalian melebihi pokok pinjaman yang berpotensi mengandung riba, ketidakjelasan akad (gharar), serta kurangnya pemahaman masyarakat terhadap prinsip hukum Islam. Berdasarkan analisis maṣlaḥah mursalāh, manfaat tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan praktik yang mengandung unsur riba, karena larangan tersebut bersifat qat‘i (tegas). Sebagai kesimpulan, praktik tabungan PKK di Desa Sumberan memiliki nilai maslahat dalam bidang sosial dan ekonomi, namun masih perlu disesuaikan agar sejalan dengan ketentuan syariah. Oleh karena itu, disarankan agar sistem tersebut diperbaiki melalui penerapan akad pinjaman tanpa tambahan (qarḍ) atau dialihkan ke bentuk akad syariah lain yang sah, sehingga maslahat sosial dan ekonominya dapat tetap terjaga tanpa menimbulkan pelanggaran terhadap ajaran-ajaran syariat agama.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum Islam Hukum Islam > Utang Piutang Muamalat Muamalah |
||||||||
| Keywords: | Tabungan; PKK; maṣlaḥah mursalāh | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | Mohammad Nasiquddin Masruchan | ||||||||
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 06:22 | ||||||||
| Last Modified: | 06 Jan 2026 06:22 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/85793 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
