Meritokrasi dalam al-Qur’an: analisis etika rekrutmen pejabat publik melalui perspektif double movement Fazlur Rahman

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Khodijah, Siti (2026) Meritokrasi dalam al-Qur’an: analisis etika rekrutmen pejabat publik melalui perspektif double movement Fazlur Rahman. Masters thesis, UIN Sunana Ampel Surabaya.

[img] Text
Siti Khodijah_02040524038.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Siti Khodijah_02040524038_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 January 2029.

Download (2MB)

Abstract

Meritokrasi sebagai prinsip penempatan jabatan berdasarkan kapasitas dan integritas, secara luas dipandang sebagai fondasi penting dalam tata kelola publik. Namun dalam konteks birokrasi Indonesia, penerapannya masih berhadapan dengan kuatnya budaya patronase, rendahnya konsistensi regulasi, serta lemahnya internalisasi nilai etis dalam pengisian jabatan publik. Di sisi lain, al-Qur’an menawarkan kerangka etis yang tegas dalam menempatkan kualitas objektif sebagai dasar kelayakan amanah publik, sebagaimana tercermin dalam QS. al-Qasas [28]:26, QS. Yusuf [12]:55, dan QS. al-Baqarah [2]:247. Berangkat dari latar belakang tersebut, penelitian ini merumuskan dua masalah: (1) bagaimana prinsip meritokrasi dalam tafsir al-Qur’an lintas periode, dan (2) bagaimana prinsip meritokrasi dalam al-Qur’an melalui perspektif Double Movement Fazlur Rahman. Penelitian ini menggunakan model kualitatif dengan jenis kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui metode dokumentasi terhadap sumber primer berupa kitab-kitab tafsir klasik, pertengahan, dan kontemporer, serta karya Rahman, dan sumber sekunder berupa literatur akademik terkait. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga ayat yang dikaji, meskipun ditafsirkan dalam horizon historis dan pendekatan yang beragam, sama-sama menampilkan kualitas objektif sebagai dasar kelayakan amanah publik. Melalui pembacaan analitis terhadap tafsir lintas periode, dipahami bahwa prinsip-prinsip yang dikemukakan para mufasir mengarah pada suatu kerangka meritokratis dalam penempatan jabatan. Melalui analisis Double Movement, sifat-sifat al-quwwah dan al-aman> ah pada Musa, ha} fiz> } dan ‘alim> pada Yusuf, serta ‘ilm dan jism pada T{al> u>t digeneralisasi menjadi enam prinsip moral universal: kapabilitas kinerja, integritas moral, akuntabilitas administratif, kompetensi profesional, kapasitas intelektual, dan ketangguhan fisik. Prinsipprinsip ini kemudian dirumuskan sebagai kerangka etika normatif yang dapat diwujudkan dalam konteks tata kelola publik kontemporer, sehingga menjadi landasan bagi rekrutmen pejabat publik yang menekankan objektivitas, transparansi, evaluasi berbasis kompetensi, dan akuntabilitas. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai moral Qur’ani memiliki potensi konseptual untuk dikembangkan dalam instrumen asesmen rekrutmen pejabat publik, sekaligus membuka ruang dialog antara kajian meritokrasi Qur’ani dan disiplin administrasi publik, serta kajian lanjutan mengenai dinamika sosialpolitik Indonesia dalam konteks birokrasi kontemporer.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Khodijah, Sitikhodijahdiaz@gmail.com02040524038
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorIffah, Iffahivamuzammil@yahoo.co.id2013076902
Thesis advisorMubarok, Nafinafi.mubarok@gmail.com2014047401
Subjects: Politik
Al Qur'an
Keywords: Meritokrasi; rekrutmen pejabat publik; tafsir al-Quran; double movement; Fazlur Rahman
Divisions: Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Siti Khodijah
Date Deposited: 08 Jan 2026 02:55
Last Modified: 08 Jan 2026 02:55
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/85923

Actions (login required)

View Item View Item