This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Darmawan, Moch. Lucky (2025) Diskursus tafsir mukjizat angka 19 dalam al-Qur’an: analisis kode 19 Rashad Khalifa dan Fazal Himam. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Moch. Lucky Darmawan_07020322053.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Moch. Lucky Darmawan_07020322053_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 13 January 2029. Download (2MB) |
Abstract
Skripsi ini mengkaji diskursus tafsir mukjizat angka 19 dalam Al-Qur’an dengan memfokuskan analisis pada konstruksi pemikiran Rashad Khalīfa dan kritik Fazal Himam. Mukjizat angka 19 merupakan bagian dari wacana i‘jāz ‘adadī yang berkembang dalam kajian Al-Qur’an kontemporer, khususnya sejak digunakannya pendekatan matematis dan teknologi komputer dalam analisis teks wahyu. Rashad Khalīfa mengklaim bahwa struktur Al-Qur’an tersusun berdasarkan sistem numerik berbasis angka 19 yang dianggapnya sebagai bukti kemukjizatan sekaligus keotentikan Al-Qur’an. Namun, klaim tersebut menimbulkan perdebatan luas di kalangan sarjana studi Al-Qur’an, baik dari aspek metodologis, epistemologis, maupun teologis. Salah satu kritik sistematis terhadap klaim tersebut dikemukakan oleh Fazal Himam melalui karya-karyanya yang berupaya mendekonstruksi validitas perhitungan dan asumsi dasar teori angka 19. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis dan komparatif. Data primer bersumber dari karya-karya Rashad Khalīfa yang membahas mukjizat angka 19 serta buku-buku Fazal Himam yang mengkritisi klaim tersebut. Adapun data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan literatur yang relevan dengan kajian i‘jāz al-Qur’ān, numerologi Al-Qur’an, dan tafsir kontemporer. Analisis dilakukan dengan menelaah konstruksi argumentasi Rashad Khalīfa dalam membangun klaim mukjizat angka 19, kemudian membandingkannya dengan kritik metodologis dan teologis yang diajukan oleh Fazal Himam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi mukjizat angka 19 versi Rashad Khalīfa bertumpu pada penghitungan numerik yang bersifat selektif dan inkonsisten, mengabaikan kaidah kebahasaan Arab, variasi qirā’āt, serta prinsip-prinsip metodologi tafsir yang mapan. Selain itu, klaim tersebut melahirkan implikasi teologis yang problematis, seperti penolakan terhadap otoritas Sunnah dan penghilangan ayat tertentu dalam mushaf. Sebaliknya, Fazal Himam merepresentasikan kritik terhadap mukjizat angka 19 dengan pendekatan akademis-kritis yang menekankan pentingnya kehati-hatian dalam memahami i‘jāz ‘adadī serta pengembalian kajian Al-Qur’an pada kerangka metodologi ‘ulūm al-Qur’ān. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa diskursus mukjizat angka 19 tidak semata berkaitan dengan persoalan numerik, melainkan juga menyangkut otoritas tafsir, validitas metodologi keilmuan, dan batas-batas rasionalitas dalam penafsiran Al-Qur’an kontemporer.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Al Qur'an > Mukjizat al Quran | ||||||||
| Keywords: | Mukjizat angka 19; i‘jāz ‘adadī; Rashad Khalīfa; Fazal Himam; tafsir al-Qur’an kontemporer | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | Moch. Lucky Darmawan | ||||||||
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 07:16 | ||||||||
| Last Modified: | 13 Jan 2026 07:16 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86242 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
