Penentuan waktu salat fardu di wilayah kutub menurut penafsiran Abdulaziz Bayindir dan Mahmud Yunus: studi Tafsir Muqaran al-Khalidi

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Shalihah, Alicia Mahabba (2026) Penentuan waktu salat fardu di wilayah kutub menurut penafsiran Abdulaziz Bayindir dan Mahmud Yunus: studi Tafsir Muqaran al-Khalidi. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Alicia Mahabbatus Shalihah_07010322005 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 29 January 2029.

Download (3MB)
[img] Text
Alicia Mahabbatus Shalihah_07010322005.pdf

Download (1MB)

Abstract

Fenomena polar night dan midnight sun di wilayah kutub menyebabkan tanda-tanda alam penentu waktu salat, seperti terbit dan terbenamnya matahari, hilangnya mega merah, serta munculnya fajar, tidak berlangsung secara normal. Kondisi ini menimbulkan kesulitan praktis bagi umat Islam dalam menentukan waktu salat fardu, khususnya Subuh, Magrib, dan Isya. Permasalahan tersebut memunculkan beragam respons keagamaan, termasuk dari kalangan mufasir. Di antara tokoh yang memberikan perhatian terhadap isu ini adalah Abdülaziz Bayındır dan Mahmud Yunus, yang menawarkan pendekatan dan solusi berbeda dalam memahami ayat-ayat al-Qur’an terkait waktu salat fardu di wilayah kutub. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: Pertama, mendeskripsikan penafsiran Abdülaziz Bayındır dan Mahmud Yunus mengenai ayat-ayat al-Qur’an tentang penentuan waktu salat fardu di wilayah kutub. Kedua, Menganalisis persamaan dan perbedaan penafsiran yang dilakukan oleh Abdülaziz Bayındır dan Mahmud Yunus. Ketiga, Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan penafsiran kedua tokoh tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan komparatif. Teori yang digunakan adalah tafsir muqāran menurut Shalah Abdul Fattah al-Khalidi, yang menekankan perbandingan metode, langkah penafsiran, serta konsistensi mufasir dalam membahas suatu tema tertentu. Sumber data primer penelitian ini adalah karya-karya Abdülaziz Bayındır terkait ayat-ayat tentang tanda-tanda alam dan waktu salat (antara lain Yu>nus ayat 5; al-Baqarah ayat 187; Hūd 114; an-Nūr ayat 58; al-Isrā’ ayat 78), serta Tafsir al-Qur’an al-Karim karya Mahmud Yunus, khususnya pada QS. al-Baqarah ayat 238–239. Analisis dilakukan dengan mengklasifikasikan ayat-ayat kunci, mendeskripsikan metode penafsiran masing-masing tokoh, kemudian membandingkan hasilnya serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan penafsiran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Abdülaziz Bayındır menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an tentang waktu salat dengan pendekatan Qur’ani-empiris, yakni membaca ulang tanda-tanda alam seperti cahaya, fajar, dan awal malam sebagai indikator lokal yang tetap dapat digunakan di wilayah kutub, sedangkan Mahmud Yunus menafsirkan ayat-ayat tersebut dengan pendekatan fikih-praktis yang menekankan kewajiban menjaga salat serta legitimasi rukhs}ah ketika tanda alam tidak berfungsi normal, sehingga ia menawarkan solusi mengikuti waktu Mekkah atau wilayah terdekat. Kedua, persamaan penafsiran keduanya terletak pada penegasan bahwa kewajiban salat lima waktu tidak gugur di wilayah kutub dan harus dijaga keteraturannya dalam satu hari, sementara perbedaannya tampak pada metode penentuan waktu, yaitu penggunaan indikator alam setempat oleh Bayındır dan rujukan eksternal oleh Mahmud Yunus. Ketiga, perbedaan penafsiran tersebut dipengaruhi oleh faktor historis-zaman, pengalaman empiris, latar pendidikan dan orientasi keilmuan, sasaran pembaca, serta perbedaan cara memandang hubungan antara teks al-Qur’an dan realitas alam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Shalihah, Alicia Mahabbaaliciamahabba@gmail.com07010322005
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorPurwanto, Purwantojalamakna@gmail.com2017047802
Subjects: Fikih
Salat
Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Keywords: Waktu Salat Fardu; wilayah Kutub; tafsir Muqaran
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Alicia Mahabbatus Shalihah
Date Deposited: 29 Jan 2026 05:18
Last Modified: 29 Jan 2026 05:18
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86502

Actions (login required)

View Item View Item