Fungsi tradisi antar ajong di Desa Arung Parak Kecamatan Tangaran Kabupaten Sambas: kajian living hadis

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Satria, Satria (2026) Fungsi tradisi antar ajong di Desa Arung Parak Kecamatan Tangaran Kabupaten Sambas: kajian living hadis. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Satria_07020522052 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 February 2029.

Download (3MB)
[img] Text
Satria_07020522052.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini merupakan salah satu praktik budaya masyarakat pesisir Kabupaten Sambas yang hingga kini masih dilaksanakan sebagai ritual pembuka musim tanam padi. Tradisi ini tidak hanya dipahami sebagai warisan adat, tetapi juga memuat nilai-nilai religius dan sosial yang hidup dalam keseharian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan serta fungsi tradisi Antar Ajong di Desa Arung Parak Kecamatan Tangaran Kabupaten Sambas, serta mengkaji keterkaitannya dengan hadis Nabi dalam perspektif living hadis dan teori fungsionalisme Bronislaw Malinowski. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan tokoh adat, pawang ritual, peradi, dan masyarakat setempat, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Antar Ajong memiliki fungsi spiritual, sosial, dan budaya. Secara spiritual, tradisi ini menjadi sarana ungkapan syukur dan permohonan keselamatan kepada Allah. Secara sosial, antar ajong berfungsi sebagai media penguatan gotong royong, solidaritas, dan silaturahmi antarwarga. Sementara itu, secara budaya, tradisi ini berperan dalam menjaga identitas dan keberlanjutan nilai kearifan lokal masyarakat pesisir. Dalam perspektif living hadis, praktik gotong royong dalam Antar Ajong merefleksikan nilai hadis tentang kebersamaan umat Islam sebagaimana tercermin dalam hadis riwayat Muslim nomor indeks 2586. Analisis teori fungsionalisme Malinowski menunjukkan bahwa tradisi antar ajong berfungsi memenuhi kebutuhan sosial dan psikologis masyarakat, sekaligus menopang keberlangsungan struktur sosial komunitas. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi lokal dapat menjadi medium aktualisasi ajaran hadis yang hidup dan relevan dalam konteks sosial masyarakat Muslim.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Satria, Satriasanterabatua@gmail.com07020522052
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorIlmiyah, Dakhirotulilmiyahdakhirotul@gmail.com2007027401
Subjects: Hadis
Tradisi
Keywords: Tradisi antar ajong; living hadis
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis
Depositing User: Satria Satria
Date Deposited: 09 Feb 2026 08:12
Last Modified: 09 Feb 2026 08:12
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86627

Actions (login required)

View Item View Item