Implementasi program 1 pernikahan 1 pohon di beberapa KUA Jombag perspektif KHI dan teori fungsionalisme struktural

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Habibah, Safira Al (2025) Implementasi program 1 pernikahan 1 pohon di beberapa KUA Jombag perspektif KHI dan teori fungsionalisme struktural. Undergraduate thesis, Uin Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Safira al Habibah_05040122152.pdf

Download (4MB)
[img] Text
Safira al Habibah_05040122152_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 January 2029.

Download (4MB)

Abstract

Program satu pernikahan satu pohon merupakan kebijakan baru Pemerintah Kabupaten Jombang yang dituangkan dalam Surat Edaran Bupati nomor 100.3.4/251/415.01/2025 sebagai upaya menumbuhkan kesadaran ekologis melalui penanaman satu pohon oleh setiap calon pengantin. Permasalahan muncul ketika kebijakan dilaksanakan sebelum akad nikah yang kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian dengan hukum perkawinan islam dan peraturan perundang-undangan serta bagaimana implementasi dan kendala program di lapangan. Penelitian ini merumuskan dua masalah utama yaitu: 1. Bagaimana mplementasi program satu pernikahan satu pohon di beberapa KUA Jombang?. 2. Bagaimana analisis KHI dan teori fungsionalisme struktural terhadap pelaksanaan program 1 pernikahan 1 pohon?.Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan KUA Kecamatan Diwek, Jogoroto, Kabuh, serta Dinas Lingkungan Hidup Jombang dan beberapa calon pengantin. Data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, literature akademik, serta dokumen resmi terkait program. Analisis data dilakukan secara induktif dengan mengelompokkan hasil wawancara, melakukan reduksi data dan menganalisisnya menggunakan Kompilasi Hukum Islam dan teori Fungsionalisme Struktural dengan menggunakan fungsi AGIL.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program 1 pernikahan 1 pohon belum sama rata mekanisme pelaksaaan di seluruh KUA Jombang. KUA Diwek telah menerapkan secara optimal karena menjadi salah satu KUA penompang sedangkan KUA Jogoroto dan KUA Kabuh masih menghadapi kendala seperti keterbatasan lahan dan kondisi lahan yang sedikit kering, Pemahaman masyarakat yang belum merata. Program ini tidak bertentangan dengan KHI karena tidak mengubah rukun dan syarat sah perkawinan. Kemudian program 1 pernikahan 1 pohon sejalan dengan nilai-nilai yang ada dalam KHI untuk menghargai dan merawat alam termasuk dengan melakukan penanaman sebagaimana pesan Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 164 mengenai penghijauan dan dari teori fungsionalisme struktural program ini juga telah memenuhi fungsi AGIL.Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan agar Pemerintah Daerah dan Dinas Lingkungan Hidup meningkatkan sosialisasi serta menyediakan pedoman teknis agar seluruh KUA dapat mengimplementasikan program tersebut secara seragam. Selain itu diperlukan peningkatan integrasi antar lembaga melalui monitoring berkala dan pelibatan masyarakat secara lebih aktif agar program tidak hanya menjadi syarat administrasi tetapi dapat menumbuhkan pola perilaku ekologis yang berkelanjutan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Habibah, Safira Al05040122152@student.uinsby.ac.id05040122152
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorRifqi, Muhammad Jazilmuhammadjazilrifqi@uinsby.ac.id2010119102
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Perkawinan
Keywords: Kesadaran ekologis; penanaman satu pohon; calon pengantin
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: safira al habibah
Date Deposited: 18 Jan 2026 04:38
Last Modified: 18 Jan 2026 04:38
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86856

Actions (login required)

View Item View Item