Konsep ḥubb al shahawat perspektif Musthofa Umar dan Ach. Dhofir Zuhry: analisis interpretasi QS. Ali Imran ayat 14 di kanal Youtube kajian tafsir al Marifah dan NU online

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mochtar, Rahardian Ahmad Nur (2026) Konsep ḥubb al shahawat perspektif Musthofa Umar dan Ach. Dhofir Zuhry: analisis interpretasi QS. Ali Imran ayat 14 di kanal Youtube kajian tafsir al Marifah dan NU online. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Rahardian Ahmad Nur Mochtar_07010322020 ok.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Rahardian Ahmad Nur Mochtar_07010322020 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 January 2029.

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis persamaan dan perbedaan penafsiran Musthafa Umar dan Ach. Dhofir Zuhry yang disampaikan melalui media Youtube terkait konsep ḥubbu al-shahawāt dalam QS. Āli ʿImrān ayat 14. Ayat ini menjelaskan berbagai bentuk shahwat duniawi, seperti wanita, anak-anak, dan harta yang melimpah, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Penelitian ini menegaskan bahwa shahwat tidak terbatas pada aspek seksual, tetapi mencakup seluruh kesenangan duniawi yang dapat menarik perhatian manusia. Berbagai kejahatan, seperti pelecehan, pembunuhan, dan korupsi, dipandang sebagai akibat dari ketidakmampuan manusia mengendalikan shahwatnya. Oleh karena itu, kajian ini dilakukan untuk memahami konsep ḥubbu al-shahawāt secara lebih komprehensif dan kontekstual. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-komparatif. Data primer dalam penelitian meliputi penafsiran Musthafa Umar di chanel Youtube Kajian Tafsiral-Ma’rifah dan penafsiran Ach. Dhofir Zuhry di chanel Youtube NU.Online. Adapun pemilihan subjek penelitian, didasarkan pada peran aktif mereka di media sosial dan relevansi penafsiran yang dikemukakan dengan realitas kehidupan modern. Dalam penelitian ini, terdapat tiga pertanyaan inti: pertama, bagaimana makna ḥubbu al-shahawāt dalam QS. Āli ʿImrānayat 14 menurut Musthafa Umar dan Ach. Dhofir Zuhry, bagaimana persamaan dan perbedaan pemaknaan ḥubbu al-shahawāt antara Musthafa Umar dan Ach. Dhofir Zuhry di kanal Youtube? Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Musthafa Umar lebih menekankan pada pendekatan kebahasaan (lughawī), dengan fokus pada analisis kosa kata Arab, struktur bahasa, dan rujukan tafsir klasik. Sementara itu, penafsiran Gus Dhofir cenderung menggunakan pendekatan kontekstual, yaitu mengaitkan makna ayat dengan realitas sosial, pengalaman kehidupan, dan fenomena umat masa kini. Pada intinnya shahwat ini merupakan keinginan bagi manusia, akan tetapi manusia diberikan kendali atas dirinya untuk mengendalikanya. Shahwat menjadi baik atau buruk tergantung pada manusianya.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Mochtar, Rahardian Ahmad Nurmastuy21@gmail.com07010322020
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorKholid, Abd.a.kholid@uinsa.ac.id2002026501
Subjects: Al Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Rahardian Mochtar
Date Deposited: 30 Mar 2026 03:27
Last Modified: 30 Mar 2026 03:27
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86941

Actions (login required)

View Item View Item