This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Hasan, Mohammad (2026) Makna “Azwaj Muthahharah ” dalam aL Quran: studi komparatif tafsir al Kasysyaf dan tafsir Al Misbah. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Mohammad Hasan_E03219026.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Mohammad Hasan_E03219026_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 19 January 2029. Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas tentang Makna azwāj muṭahharah. Kata azwāj muṭahharah muncul di dalam Al-Quran sebanyak tiga kali yakni dalam QS. al-Baqarah ayat 25, An Nisa’ ayat 57 dan Ali Imran ayat 15. Mayoritas ulama tafsir termasuk Zamakhsyari menafsirkan ayat-ayat tersebut dengan arti bidadari-bidadari surga yang disiapkan untuk para laki-laki yang beriman dan beramal shaleh. Sedangkan Quraisy syhahab dalam Tafsir Al Misbah tidak sepakat dengan penafsiran tersebut. Karena menurutNya lafadz azwāj muṭahharah memiliki makna yang lebih luas. Lalu Ia menegaskan bahwa lafadz azwāj muṭahharah memiliki makna pasangan-pasangan surga, baik itu berwujud laki-laki atau perempuan. Sehingga menurut Quraisy syihab para punghuni surga baik laki-laki maupun perempuan akan mendapatkan pasangan surga, bisa berupa bidadari-bidadari surga untuk para lelaki dan laki-laki surga bagi para wanita. Untuk dapat mengetahui apa yang melatar belakangi perbedaan penafsiran antara Quraisy syihab dan mayoritas ulama lebih tepatnya al Zamakhsyari. Metode Tafsir Muqaran adalah metode yang tepat untik digunakan, agar dapat mengetahui bagaimana penafsiran al Zamakhsyari dan Quraisy syihab tentang lafadz azwāj muṭahharah dan apa yang melatar belakangi perbedaan penafsira antara keduaNya. Dari seluruh pembahasan yang telah dijelaskan dalam penelitian ini mengahasilkan kesimpulan dalam tiga poin yaitu 1) lafadz azwāj muṭahharah menurut al Zamakhsyari bermakna bidadari-bidadari surga karena lafadz Muthahharah secara gramatika bahasa arab adalah sifat bagi perempuan. Selain itu dhamir lahum dan lafadz yā ayyuhal ladzina āmanu pada ayat tersebut ditujukan kepada laki-laki, sehingga dapat dipahami bahwa makna dari lafadz azwāj muṭahharah adalah bidadari-bidadari surga. 2) sedangakan Quraisy syihab memiliki pendapat yang berbeda, menurutNya lafadz azwāj muṭahharah memiliki makna pasangan-pasangan surga, baik itu berwujud laki-laki atau perempuan. Sehingga menurut Quraisy syihab para punghuni surga baik laki-laki maupun perempuan akan mendapatkan pasangan-pasangan surga, bisa berupa bidadari-bidadari surga untuk para lelaki dan laki-laki surga bagi para wanita. 3) Setelah menganalisa penafsiran al Zamakhsyari dan Quraisy syihab, ditemukan bahwa yang melatar belakangi perbedaan penafsiran antara keduaNya adalah perbedaan metode. Al Zamakhsyari menafsirkan lafadz azwāj muṭahharah sesuai dengan kaida-kaidah kebahasaan dan dalam ilmu ma’ani ini disebut dengan irad al kalam bi muqtadha al zhahir al hal. Sedangkan Quraisy syihab menafsirkan ayat tersebut dengan metode taghlib yakni penggunaan satu bentuk kebahasaan untuk mencakup dua atau lebih kelompok yang berdeda, dengan cara menggunakan salah satunya sebagai representasi keseluruhan.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Tafsir > Tafsir Al Qur'an | ||||||||
| Keywords: | Azwāj Muṭahharah; tafsir; komparatif | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | Mohammad Hasan | ||||||||
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 03:39 | ||||||||
| Last Modified: | 19 Jan 2026 03:39 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86961 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
