Relasi gender dalam surah Al Nisa ayat 34 perspektif Zaynab al Ghazali dan Hannan Lahham

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Nadliroh, Fatihatun (2025) Relasi gender dalam surah Al Nisa ayat 34 perspektif Zaynab al Ghazali dan Hannan Lahham. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.

[img] Text
Fatihatun Nadliroh_02240523006 ok.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Fatihatun Nadliroh_02240523006 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 November 2028.

Download (6MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji relasi gender dalam surah al-Nisā’ ayat 34 dengan menelaah pemikiran dua mufasir perempuan, yaitu Zaynab al-Ghazālī dan Ḥanān al-Laḥḥām melalui pendekatan maqāṣid al sharī‘ah yang berlandaskan teori sistem (Systems Theory) Jasser Auda. Hal tersebut kerap menjadi titik perdebatan dalam dirkusus gender Islam karena memuat konsep qiwāmah, nusyūz, serta mekanisme penyelesaian konflik dalam rumah tangga. yang sering dipahami dalam kerangka patriarkal. Maka tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan gender dalam surah al Nisā’ ayat 34, melalui peninjauan dua tafsir modern yaitu, Nazharāt fī Kitābillāh karya Zaynab al-Ghazālī dan Min Hadyi Sūrah al Nisā' karya Ḥanān al-Laḥḥām. Fokus dalam penelitian ini adalah, bagaimana kedua tafsir tersebut memahami dan menafsirkan surah al Nisā’ ayat 34. Dengan mengkorelasikannya dengan prinsip-prinsip maqāṣid al-syarī‘ah Maqāṣid Sharīʿah Jasser Auda. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mempelajari literatur dari kitab tafsir, jurnal ilmiah, dan penelitian terkait lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis relasi gender dalam surah al-Nisā’ayat 34, Zaynab dan Ḥanān sama-sama memahami hubungan suami istri sebagai relasi yang didasarkan pada tanggung jawab moral dan sosial, bukan pada pola penguasaan atau dominasi sepihak. Qiwāmah dipahami sebagai bentuk amanah kepemimpinan yang bersifat fungsional, dalam kehidupan keluarga, bukan sebagai legitimasi keunggulan salah satu gender. kemudian nusyūz dan tahapan penyelesaian konflik rumah tangga dipandang secara bertahap dan proporsional, dengan penekanan kuat pada upaya mencegah kekerasan serta menjaga martabat perempuan. penelitian ini menyatakan bahwa dari pandangan Zaynab dan Ḥanān dengan pendekatan Maqāṣid Sharīʿah Jasser Auda tersebut menegaskan bahwa pesan utama surah al-Nisā’ ayat 34 adalah terciptanya keadilan, keharmonisan, dan kemaslahatan dalam relasi gender Islam saat ini.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Nadliroh, Fatihatunnengfatihatunnadliroh@gmail.com02240523006
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorAswadi, Aswadiaswadi.syuhadak@gmail.com2012046001
Thesis advisorIwanebel, Fejrian Yazdajirdiwanebel@uinsa.ac.id2004039001
Subjects: Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Fatihatun Nadliroh
Date Deposited: 31 Mar 2026 02:50
Last Modified: 31 Mar 2026 02:50
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87184

Actions (login required)

View Item View Item