This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Nurnadjib, Zavira Orcana (2026) Reinterpretasi pemaknaan hadis “al-ad Wa al-Rahilah” sebagai syarat wajib haji studi atas fenomena dana talangan haji: perspektif double movement. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Zavira Orcana Nurnadjib_07010521024.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Zavira Orcana Nurnadjib_07010521024_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 21 January 2029. Download (2MB) |
Abstract
Hadis tentang al-zād wa al-rāḥilah (bekal dan kendaraan) merupakan landasan klasik dalam memahami istitha'ah (kemampuan) sebagai syarat wajib haji. Hadis ini menekankan pentingnya kesiapan finansial dan sarana perjalanan sebelum seseorang melaksanakan ibadah haji. Di era modern, muncul fenomena dana talangan haji yang memungkinkan calon jamaah berangkat atau mendaftar haji melalui fasilitas pembiayaan, sehingga memunculkan diskusi mengenai kesesuaiannya dengan makna istitha'ah dalam hadis. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kualitas sanad dan matan hadis al-zād wa al-rāḥilah (2) mengkaji maknanya menggunakan pendekatan double movement Fazlur Rahman; dan (3) menelaah relevansinya terhadap fenomena dana talangan haji di masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Ma’ānil Ḥadīṡ yang dikombinasikan dengan teori Double Movement. Sumber primer mencakup Sunan at-Tirmidzi, Al-Umm karya Imam Syafi’i dan berbagai kitab syarah hadis, sedangkan sumber sekunder meliputi karya Fazlur Rahman, literatur mengenai istitha'ah, dan penelitian terkait dana talangan haji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis al-zād wa al-rāḥilah dinilai hasan oleh Imam at-Tirmidzi, sementara sebagian ulama seperti Ibnu Hajar Asqalani, Abu Khatim Al Razy dan al-Albani menilainya dha‘if, sehingga tergolong hadis yang diperselisihkan kualitasnya. Namun, berdasarkan analisis peneliti, hadis ini dapat dinyatakan hasan li ghairihi karena tidak bertentangan dengan Al-Qur’an, memiliki penguat makna dari riwayat lain, serta sejalan dengan prinsip syariat tentang kemampuan finansial dalam berhaji. Melalui pendekatan Double Movement, makna hadis ini direinterpretasi sehingga menegaskan bahwa kemampuan finansial yang mandiri dan tidak bergantung pada utang merupakan bentuk istitha'ah yang lebih sesuai dengan spirit ajaran Nabi. Fenomena dana talangan haji di era modern menunjukkan adanya pergeseran makna istitha'ah menuju ketergantungan pada pembiayaan, yang dapat melemahkan nilai kehati-hatian dan kesiapan dalam ibadah haji.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Haji Masalah sosial Hadis |
||||||||
| Keywords: | Al-zād wa al-rāḥilah; istitha'ah; haji; double movement; dana talangan haji | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis | ||||||||
| Depositing User: | Zavira Orcana Nurnadjib | ||||||||
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 08:41 | ||||||||
| Last Modified: | 21 Jan 2026 08:41 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87385 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
