Diskursus hadis maudu'i tentang waria Islam: kontekstualisasi hadis mukhannath dan perilaku etis di ruang sosial pada waria Islam perspektif hermeneutika fungsional Jorge Gracia

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hayati, Isyfi (2026) Diskursus hadis maudu'i tentang waria Islam: kontekstualisasi hadis mukhannath dan perilaku etis di ruang sosial pada waria Islam perspektif hermeneutika fungsional Jorge Gracia. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Isyfi Hayati_07010522008 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 April 2029.

Download (2MB)
[img] Text
Isyfi Hayati_07010522008.pdf

Download (2MB)

Abstract

Eksistensi waria (wanita-pria), terkhusus “waria Islami” di Indonesia, memicu berbagai respon negatif hingga positif. Dalam ajaran agama Islam, posisi waria seringkali ditentang dengan dalil hadis larangan menyerupai lawan jenis. Di sisi lain, eksistensi waria sejak zaman Nabi Muhammad dijelaskan dalam beberapa hadis, yaitu hadis tentang Nabi mengusir waria, hadis tentang Nabi mengusir waria dan dibiarkan datang kembali, hadis larangan mencela seseorang dengan sebutan banci, serta hadis larangan membunuh waria yang salat. Melalui kontekstualisasi hadis tentang eksistensi waria di zaman Nabi, penelitian ini akan fokus pada kualitas dan pemaknaan hadis, serta kontekstualisasi hadis melalui hermeneutika fungsional Jorge Gracia. Lebih lanjut, penelitian ini akan memberikan pemahaman tentang bagaimana seharusnya seorang muslim memperlakukan seorang waria sebagai sesama manusia di ruang sosial yang didasarkan pada pemahaman beberapa hadis tentang mukhannath. Artikel ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dan pendekatan hermeneutika fungsional Jorge Gracia. Sumber primer dalam penelitian ini berupa kitab S{ah}i>h} Muslim, kitab Sunan al-Tirmidhi>, kitab Sunan Abi> Da>wud, kitab Sharah} S}ah}īh} Muslim, kitab Tuh}fat al-Ah}wadhi> (Sharah Sunan al-Tirmidhi>), dan kitab ‘Aun al-Ma’bu>d (Sharah} Sunan Abi> Da>wud), sementara sumber sekunder dalam penelitian ini adalah buku dan artikel jurnal yang memuat kajian waria, humanisme, dan teori hermeneutika fungsional Jorge Gracia. Melalui pengaplikasian teori fungsional Joge Gracia, didapati bahwa eksistensi waria telah ada sejak zaman Nabi hingga saat ini. Nabi sendiri menerima keberadaan waria, namun menolaknya ketika waria tersebut terindikasi menyukai wanita, sehingga harus diusir dari perkumpulan para istri Nabi. Keberadaan waria yang menyerupai lawan jenis tidak selamanya dilaknat, karena terdapat waria yang memang sejak awal memiliki bawaan sifat wanita. Sementara itu, fenomena “waria Islami” di Indonesia memiliki respon positif dari sejumlah tokoh agama Islam, karena setiap waria juga seorang manusia yang memiliki hak hidup dan hak beribadah seperti manusia lainnya.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hayati, Isyfiisyfihayati.college@gmail.com07010522008
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorRochmawati, Idaidarahma@uinsa.ac.id2123017602
Subjects: Hadis
Hak Asasi Manusia
Waria
Keywords: Waria Islam; hadis; ruang sosial
Depositing User: Isyfi Hayati
Date Deposited: 07 Apr 2026 06:38
Last Modified: 07 Apr 2026 06:38
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87644

Actions (login required)

View Item View Item