This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Firdaus, Muhammad Maulana (2026) Representasi gaya berpakaian anak muda skena di coffee shop Surabaya: studi kasus pada Kedai Semoga Sukses Kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunana Ampel Surabaya.
|
Text
Muhammad Maulana Firdaus_10040322112.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Muhammad Maulana Firdaus_10040322112_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 28 February 2029. Download (3MB) |
Abstract
Permasalahan penelitian yang dikaji pada penelitian ini terdapat dua yaitu yang pertama Bagaimana representasi gaya berpakaian anak muda skena di coffee shop Surabaya (Studi kasus pada Kedai Semoga Sukses Kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya), dan yang kedua peneliti ingin melihat makna simbol dari gaya berpakaian anak muda skena di Kedai Semoga Sukses. Karena keidentikan anak muda skena adalah pada gaya berpakaiannya dan juga elemen yang digunakannya. Namun apa yang menjadi dasar dari penggunaan gaya berpakaian tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara,dokumentasi. Teori yang digunakan adalah Konsumsi tanda milik jean Baudrillard, yang mana arah pembahasannya nanti akan pada sebuah konsumsi bukan murni karena kebutuhan atau fungsi. Melainkan konsumsi telah berubah makna lainnya yang terkandung di dalam objek yang dikonsumsi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa representasi gaya berpakaian anak muda skena di kedai semoga sukses didasari karena ingin tampil bebas berekpresi yang divisualkan melalui penggunaan celana gombrong, tindik, kalung, cincin, bandana dan rantai celana. Selain itu anak muda skena juga peduli terhadap gaya berpakaian yang mereka kenakan meskipun hanya sebatas nongkrong saja yang mana dikatakan dari gaya berpakaian menunjukkan image, karakter hingga dapat membaca kepribadian seseorang hanya melalui gaya berpakaian. Selanjutnya untuk makna simbol gaya berpakaian anak muda skena di kedai semoga sukses, (1) gengsi terjadi di ruang kedai melalui prestise gaya berpakaian yang dikenakan oleh anak muda skena sehingga makna nongkrong bergeser menjadi makna lainnya tidak sekedar nongkrong tetapi juga ingin menampilkan nilai yang dikandung dari gaya berpakaian, (2) sebagai penanda identitas seperti rantai di celana dan beberapa elemen yang digunakan oleh anak muda skena sudah menjadi biasa dan realita yang menjamur di dalamnya sehingga beberapa anak muda skena menganggap penggunaan elemen tampak hanya seperti tampilan aksesoris saja namun hal tersebut merupakan penanda identitas bagi mereka, (3) kedai semoga sukses yang memberikan wadah bagi anak muda skena sehingga menjadi tempat berkumpul dan bertukar simbol gaya berpakaian anak muda skena dengan yang lainnya.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Remaja Sosiologi Konsumen |
||||||||
| Keywords: | gaya berpakaian; skena; coffee shop | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi | ||||||||
| Depositing User: | Muhammad Maulana Firdaus | ||||||||
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 04:20 | ||||||||
| Last Modified: | 28 Jan 2026 04:20 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87986 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
