Kekerasan politik elektoral di tingkat lokal (studi kasus Pemilu di kabupaten sampang tahun 2024

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ja'i, Ghufron (2026) Kekerasan politik elektoral di tingkat lokal (studi kasus Pemilu di kabupaten sampang tahun 2024. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
ALHAMDULILLAH SKRIPSI GURFON FINISH 3.pdf

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji kekerasan politik elektoral dalam Pemilu 2024 di Kabupaten
Sampang sebagai fenomena sosial-politik yang bersifat struktural dan kontekstual.
Kabupaten Sampang dipilih karena memiliki sejarah konflik politik lokal serta karakter
masyarakat yang kuat dipengaruhi oleh patronase keagamaan dan aktor informal. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kekerasan politik elektoral, faktor-faktor
yang melatarbelakanginya, serta upaya pencegahan dan penanganan yang dilakukan selama
proses Pemilu 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan sembilan informan yang terdiri
dari tokoh agama, tokoh masyarakat, penyelenggara pemilu, pengurus partai politik, tim
kampanye, relawan, dan masyarakat umum, serta didukung oleh dokumentasi dan
pemberitaan media. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan teknik.
Kerangka teoritis bertumpu pada Teori Kekerasan Politik Charles Tilly, diperkuat oleh Teori
Konflik Lewis A. Coser dan Teori Patronase James C. Scott. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kekerasan politik elektoral di Sampang termanifestasi dalam berbagai bentuk,
meliputi kekerasan non-fisik dan intimidasi sosial, kekerasan simbolik berbasis budaya
lokal, kekerasan struktural melalui relasi patronase politik, kekerasan verbal dan polarisasi
sosial, kekerasan digital melalui hoaks, serta kekerasan fisik sebagai puncak eskalasi
konflik. Kekerasan tersebut dipengaruhi oleh fanatisme politik berbasis tokoh, budaya
patronase, persaingan elite lokal, lemahnya literasi politik, praktik politik uang, serta peran
media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kekerasan politik elektoral di Kabupaten
Sampang mencerminkan lemahnya institusionalisasi demokrasi lokal, sehingga diperlukan
pendekatan pencegahan yang komprehensif, integratif, dan berkelanjutan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ja'i, Ghufronufronoracle@gmail.com07040420024
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorDR. Andi Swarko M.S, AndiAndiswarko@gmail.com2010117401
Subjects: Politik
Depositing User: Narjul Nar JA’I
Date Deposited: 28 Jan 2026 08:01
Last Modified: 28 Jan 2026 08:01
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/88058

Actions (login required)

View Item View Item