This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Rozaq, Mohammad Fathur (2025) Tinjauan hukum Islam terhadap jual beli gelondongan udang dengan perhitungan Sampling dan satuan Rean di usaha pendederan udang Vaname desa Cerme Lor. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Mohammad Fathur Rozaq_05020221058.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
Mohammad Fathur Rozaq_05020221058_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 3 February 2029. Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini berangkat dari praktik jual beli gelondongan udang vaname di Desa Cerme (Gresik) yang menggunakan perhitungan sampling dan satuan “Rean” sebagai dasar kuantitas dan harga. Dalam perspektif fikih muamalah, praktik tersebut berpotensi menimbulkan unsur ketidakpastian kuantitas, namun sekaligus merupakan kebiasaan pasar yang menghemat waktu dan biaya transaksi. Telaah konseptual berfokus pada pemenuhan rukun-syarat jual beli, kedudukan gharar, serta validitas ‘Urf sebagai rujukan operasional akad sepanjang tidak bertentangan dengan syariah dan menjaga kemaslahatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain hukum empiris dan pendekatan living law. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pendeder, pembeli/petambak, serta pihak terkait; data sekunder berasal dari kitab fikih muamalah, tafsir, hadis, dan literatur akademik. Analisis dilakukan secara induktif, menganalisis fakta data dilapangan lalu dikaji dan dianalisis dengan teori untuk menilai kesesuaian dengan nilai-nilai syariah. Hasil menunjukkan praktik memenuhi rukun dan syarat jual beli, para pihak cakap dan berbeda subjek hukum (mukalaf), Ījāb qabūl jelas (tatap muka maupun melalui pesan), objek halal, dapat diserahterimakan, dan “cukup diketahui”, alat takar tetap, serta toleransi kuantitas yang disepakati. Ketidakpastian yang tersisa tergolong gharar yasīr dan dikendalikan lewat dokumentasi, verifikasi bersama, serta kompensasi (top-up atau penyesuaian harga; ganti 1:1 untuk kematian wajar saat pengiriman). Satuan Rean diposisikan sebagai ‘Urf ṣaḥīḥ khass bertipe ‘amali lafzhi yang bernilai hujjah, sehingga hal-hal yang ma’ruf di pasar (definisi Rean ±5.000 ekor beserta toleransinya) diperlakukan seperti syarat kontrak. Saran bagi pendeder, memperkuat transparansi dan konsistensi SOP (jumlah titik sampling, pencatatan rata-rata, pencantuman toleransi dan klausul kompensasi di nota); bagi pembeli, mendampingi atau meminta bukti proses sampling terutama pada transaksi jarak jauh agar ekspektasi kuantitasselaras; bagi peneliti selanjutnya, memperluas kajian ke aspek ekonomi syariah lain seperti struktur biaya distribusi, margin wajar, perlindungan konsumen, serta standarisasi terminologi dan toleransi Rean lintas wilayah untuk meningkatkan interoperabilitas pasar benih udang.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Budaya Islam Ekonomi Islam Jual Beli |
||||||||
| Keywords: | Jual beli; gelondongan udang vaname | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | Fathur Rozaq | ||||||||
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 01:37 | ||||||||
| Last Modified: | 03 Feb 2026 01:37 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/88202 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
