Kewirausahaan Islam, budaya etnis, Madura, budaya etnis Makassar, budaya etnis Minangkabau, tawhidi string relation

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Riskiyah, Rofiqotur (2025) Kewirausahaan Islam, budaya etnis, Madura, budaya etnis Makassar, budaya etnis Minangkabau, tawhidi string relation. PhD thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Rofiqotur Riskiyah_01040222014 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 March 2029.

Download (4MB)
[img] Text
Rofiqotur Riskiyah_01040222014.pdf

Download (4MB)

Abstract

Fenomena pertumbuhan kewirausahaan di tengah masyarakat multikultural kota Surabaya menampilkan dinamika sosial-ekonomi yang kompleks, khususnya pada pengusaha etnis Madura, Makassar, dan Minangkabau. Ketertarikan terhadap topik ini didasarkan pada keterbatasan studi yang secara komprehensif mengeksplorasi bagaimana pemahaman dan praktik budaya kewirausahaan Islam dihayati oleh pelaku usaha lintas etnis dalam ruang perkotaan. Penelitian ini menitikberatkan pada epistemologi Tawhidi String Relations sebagai kerangka konseptual untuk menelaah dinamika spiritual, sosial, dan budaya yang membentuk perilaku kewirausahaan dalam konteks multietnis. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1)Bagaimana pemahaman Islamic entrepreneurship culture pada pengusaha etnis Madura, Makassar dan Minangkabau di Surabaya?; (2)Bagaimana implementasi Islamic entrepreneurship culture pada pengusaha etnis Madura, Makassar dan Minangkabau di Surabaya?;dan (3)Bagaimana pemahaman dan implementasi budaya kewirausahaan Islam dalam kerangka tawhidi string relations pada pengusaha etnis Madura, Makassar, dan Minangkabau di Surabaya? Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif etnografi melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap etnis menafsirkan budaya kewirausahaan Islam secara khas, namun tetap berpadu pada prinsip tauhid. Etnis Madura menonjolkan keberanian, kerja keras, dan loyalitas; etnis Makassar berpegang pada siri’ na pacce sebagai etos moral; sementara etnis Minangkabau menginternalisasi filosofi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, syarak mangato, adat memakai. Integrasi nilai Islam dengan budaya lokal ini menghasilkan praktik bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan material, tetapi juga pada etika, harmoni sosial, dan keberkahan. Implikasi teoretik dari temuan ini adalah perluasan kajian kewirausahaan Islam dengan menambahkan dimensi kultural sebagai elemen penting. Dengan demikian, budaya lokal terbukti berfungsi sebagai penguat internalisasi nilai Islam, serta membentuk model kewirausahaan multietnis yang menekankan integrasi spiritual, budaya, dan kemaslahatan bersama.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (PhD)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Riskiyah, Rofiqoturriskiyahrofiqotur@gmail.com01040222014
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorSyam, Nurnursyamlotus23@gmail.com2007055801
Thesis advisorFitrianto, Achmad Roomar.fitrianto@uinsby.ac.id2027067701
Subjects: Budaya Islam
Wirausaha
Adat
Keywords: Kewirausahaan Islam; budaya etnis; tawhidi string relation
Divisions: Program Doktor > Ekonomi Syariah
Depositing User: Rofiqotur Riskiyah
Date Deposited: 02 Mar 2026 03:24
Last Modified: 02 Mar 2026 03:24
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/88212

Actions (login required)

View Item View Item