This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Farihul, Muhammad Farihul Umam Al Firdausi (2025) Analisis maslahah penggunaan kriteria kalender hijriyah global tunggal, wujudul hilal dan imkan rukyat mabims pada penentuan awal bulan 1446-1471 hijriyah. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Muhammad Farihul Umam Al Firdausi_05020622032.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Muhammad Farihul Umam Al Firdausi_05020622032_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 3 February 2029. Download (1MB) |
Abstract
Penetapan awal bulan hijriyah merupakan salah satu isu paling krusial dalam ilmu falak karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah umat Islam, seperti puasa Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Di Indonesia, perbedaan kriteriaantara kriteria Wujudul Hilal dan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) sering menimbulkan perbedaan awal bulan di kalangan organisasi Islam. Pergeseran Muhammadiyah dari kriteria Wujudul Hilal ke KHGT menimbulkan pertanyaan tentang kemaslahatan penerapan masing-masing kriteria tersebut bagi umat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil dari perhitungan masing-masing kriteria dan untuk menganalisis sejauh mana aspek Maslahah tercermin dalam penggunaan kedua kriteria tersebut dalam penentuan awal bulan Hijriah periode 1446–1471 H. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data primer diperoleh melalui hasil perhitungan hisab kedua kriteria selama 25 tahun ke depan, kemudian dibandingkan dengan keputusan Kementerian Agama untuk mengidentifikasi tingkat kesamaan hasil penetapan awal bulan. Data sekunder diperoleh dari literatur ilmiah, dokumen resmi, serta penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan teori maslahah mursalah melalui tiga tahap: reduksi data, kategorisasi, dan interpretasi hasil perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria KHGT menawarkan kemaslahatan dalam bentuk penyatuan kalender Islam global, kepastian jadwal ibadah lintas negara, dan kemudahan perencanaan keagamaan. Namun, penerapannya masih menghadapi tantangan sosial berupa perbedaan penerimaan antarormas Islam. Sementara itu, kriteria Wujudul Hilal memberikan kemaslahatan dalam aspek kepastian hisab dan kemudahan penerapan lokal, namun masih erpotensi menimbulkan perbedaan dengan metode rukyat. Berdasarkan perbandingan hasil perhitungan 25 tahun ke depan, metode yang lebih mendekati keputusan Kementerian Agama dinilai memiliki tingkat maslahah yang lebih tinggi. Penelitian ini menyarankan agar lembaga keagamaan dan pemerintah memperkuat koordinasi dalam penetapan kriteria penanggalan Islam melalui pendekatan ilmiah dan maqasid syariah. Diperlukan forum internasional dan edukasi publik yang berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap dasar ilmiah dan syar’i penggunaan KHGT, sehingga penyatuan kalender Islam global dapat tercapai secara maslahat tanpa menimbulkan perpecahan di tengah umat
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum Islam Hukum |
||||||||
| Keywords: | Awal bulan hijriyah; puasa; Idul Fitri, Idul Adha | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak | ||||||||
| Depositing User: | Muhammad Farihul Umam Al Firdausi | ||||||||
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 05:20 | ||||||||
| Last Modified: | 03 Feb 2026 05:20 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/88604 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
