Fikih kebangsaan KH.A. wahid Hasyim: studi pemikiran tentang keIslaman dan keIndonesian 1945-1953

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mumazziq Z, Rijal (2026) Fikih kebangsaan KH.A. wahid Hasyim: studi pemikiran tentang keIslaman dan keIndonesian 1945-1953. PhD thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Rijal Mumazziq Z_01040120014 OK.pdf

Download (11MB)
[img] Text
Rijal Mumazziq Z_01040120014 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 February 2028.

Download (11MB)

Abstract

KH. A. Wahid Hasyim menggunakan basis pertimbangan Fikih Kebangsaan dalam upaya mewujudkan kemaslahatan untuk Islam dan Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini hendak menjawab permasalahan: (1) Bagaimana konstruksi pemikiran Fikih Kebangsaan Kiai Wahid Hasyim? (2) Bagaimana konsep Fikih Kebangsaan Kiai Wahid Hasyim dalam konteks keIslaman dan keIndonesiaan? Jenis penelitian dalam disertasi ini menggunakan metode kualitatif interpretatif dan narrative research melalui pendekatan kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari berbagai tulisan dan pidato Kiai Wahid Hasyim. Adapun data sekunder diperoleh dari kolega maupun peneliti yang mengupas pemikirannya. Hasil akhir riset ini menyimpulkan: (1) Konstruksi Fikih Kebangsaan Kiai Wahid dibangun dari alur berpikir dan bertindak yang bisa diskemakan dalam, pertama, menjadikan al-Qur’an, hadith, ijma’ dan qiya>s sebagai pijakan istinbat} dan istidla>l dalam pemecahan masalah keIslaman dan kebangsaan. Kedua, melakukan analisis terhadap problem dicarikan landasan pemecahan masalahnya dari nas}, dan berbagai sumber lintas disiplin keilmuan. (2) Konsep Fikih Kebangsaan Kiai Wahid Hasyim bermuara pada 6 inti gagasan, yaitu (a) Penggunaan wahyu dan akal secara seimbang untuk mewujudkan Mas}lah}at, (b) Demokrasi selaras dengan ajaran Islam, (c) Simbiosis agama dan negara, (d) Kesetaraan warga negara di hadapan konstitusi, (e) Nasionalisme relijius: putra Indonesia yang muslim, bukan muslim yang tinggal di Indonesia, serta (f) Politik sebagai alat, mas}lah}at sebagai tujuan. Sedangkan gagasan Kiai Wahid bisa diskemakan dalam empat prinsip: muwa>t}anah (nasionalisme dan citizenship), al-musa>wah amamal h}ukm (persamaan di depan hukum/ non diskriminatif), dan difa’ anil wat}an (bela negara), dan mas}a>lih (kemaslahatan). Prinsip ini lahir dari dua semangat, yaitu amanah diniyah (tugas keagamaan) dan amanah wat}aniyyah (tugas kebangsaan). Kontribusi dan novelty penelitian ini ada pada 3 hal: rekonstruksi konseptual Fikih Kebangsaan, pendekatan metodologis baru yang menempatkan dokumen primer sebagai objek penafsiran makna, bukan sekadar deskripsi sejarah, sehingga menghasilkan pemahaman konseptual yang lebih dalam, dan teoretisasi orisinal yang dipahami melalui kerangka maqa>s}id al-shari>'ah dan fiqh al-siya>sah, sehingga menghasilkan bangunan teoritik baru tentang hubungan Islam–kebangsaan dalam konteks Indonesia.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (PhD)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Mumazziq Z, Rijalrijalmz@gmail.com01040120014
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorHilmy, Masdarmasdar.hilmy@gmail.com2002037101
Thesis advisorSyafaq, Hammishammissyafaq@yahoo.com2016017501
Subjects: Biografi > Biografi Islam
Islam > Islam - Negara
Nasionalisme
Keywords: KH. A. Wahid Hasyim; Fikih Kebangsaa; Nasionalisme-Relijius; Maslahat; Keislaman; KeIndonesiaan.
Divisions: Program Doktor > Studi Islam
Depositing User: Rijal Mumazziq Z
Date Deposited: 12 Feb 2026 05:56
Last Modified: 12 Feb 2026 05:56
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/88843

Actions (login required)

View Item View Item