Tradisi nikah didepan mayit menurut teori fungsionalisme struktural dan hukum islam di Kecamatan Widang Kabupaten Tuban

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sunita, Sunita (2026) Tradisi nikah didepan mayit menurut teori fungsionalisme struktural dan hukum islam di Kecamatan Widang Kabupaten Tuban. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Sunita_050122158.pdf

Download (3MB)
[img] Text
Sunita_050122158_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 February 2029.

Download (3MB)

Abstract

Penelitian berbentuk tradisi nikah di depan mayit yang masih sering terjadi di Kecamatan Widang Kabupaten Tuban, yang dilaksanakan secara unik sebagai bagian dari upacara pemakaman. Tradisi tersebut dimulai dengan persiapan akad nikah di sisi jenazah, di mana mempelai pria dan wanita mengucapkan ijab kabul di hadapan wali nikah dan saksi, disertai doa bersama keluarga almarhum untuk memberkahi pernikahan. Oleh karena itu perlu dikaji dari sisi bagaimana tradisi nikah di depan mayit dilaksanakan dikecamatan Widang Tuban, dan bagaimana analisis teori fungsionalisme struktural terhadap tradisi nikah di depan mayit dilaksanakan diKecamatan Widang Kabupaten Tuban, dan dari sisi bagaimana analisis hukum Islam terhadap tradisi nikah di depan mayit dilaksanakan. diKecamatan Widang Kabupaten Tuban. Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum empiris. Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data, yaitu primer berupa pasangan yang melaksanakan nikah di depan mayit, serta sekunder yang mencakup tokoh masyarakat dan keluarga pasangan yang menikah di depan mayit di Desa Simorejo dan Keduharjo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Sementara itu, analisis data mengadopsi pendekatan deskriptif, yang mendeskripsikan praktik nikah di depan mayit di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, kemudian dianalisis dengan teori fungsionalisme struktural serta hukum Islam sebagaimana diatur dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nikah di depan mayit di kecamatan Widang Kabupaten Tuban merupakan akad nikah di hadapan jenazah orang tua calon pengantin yang wafat sebelum hari H. sebagai penghormatan terakhir, bakti anak, dan penguat kekerabatan masyarakat Jawa adat. Dari fungsionalisme struktural AGIL Parsons (Adaptasi, Goal attainment, Integrasi, Latency), praktik ini memenuhi fungsi integrasi norma kolektif dan latency identitas budaya turun-temurun, menjaga kestabilan sosial. Hukum Islam menerimanya selama rukun sah (wali hidup, saksi, ijab qabul, mahar) terpenuhi, jenazah hanya simbolis, harmonis antara adat dan syariat. Penelitian ini memberikan saran kepada tradisi ini memerlukan Kerjasama KUA dan Masyarakat untuk mengawasi perkawinan agar sesuai rukun dan syarat, hukum Islam dan Hukum positif, selain itu, keluarga dan pihak pemakaman harus berkomunikasi baik agar akad nikah cepat selesai, sehingga pemakaman jenazah tidak tertunda lama sebagai penghormatan terakhir dan pelaksanaan nikah di depan jenazah harus tetap menjaga batas waktu yang wajar dan sesuai tata cara agama serta adat, agar tidak menggangu proses pemakaman

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Sunita, Sunitasunitaoke73@gmail.com05040122158
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorRifqi, Muhammad Jazilmuhammad jazilrifqi@ gmail.com2010119102
Subjects: Hukum Islam
Keywords: Tradisi nikah di depan mayit; tokoh masyarakat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Sunita Sunita
Date Deposited: 19 Feb 2026 07:01
Last Modified: 19 Feb 2026 07:01
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/88878

Actions (login required)

View Item View Item