Perlindungan hukum terhadap anak dalam kasus pembelaan terpaksa studi putusan nomor 1/pid.sus-anak/2020/pn.kpn

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Cahyani, Shafira Ayuning Dwi (2026) Perlindungan hukum terhadap anak dalam kasus pembelaan terpaksa studi putusan nomor 1/pid.sus-anak/2020/pn.kpn. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Shafira Ayuning Dwi Cahyani_05010722023 OK.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Shafira Ayuning Dwi Cahyani_05010722023 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 March 2029.

Download (2MB)

Abstract

Kajian dalam penelitian ini mengeksplorasi problematika yuridis mengenai urgensi perlindungan hukum bagi anak yang melakukan pembelaan terpaksa melampaui batas, Dipicu oleh peristiwa konkret saat terdakwa melakukan pembelaan dikarenakan teman perempuannya di ancam dengan ancaman kekerasan seksual oleh korban. Dengan menitikberatkan analisis pada Putusan Nomor 1/Pid.Sus Anak/2020/PN.Kpn. Fokus penelitian ini diarahkan pada perumusan konstruksi perlindungan hukum bagi anak dalam kerangka noodweer exces berdasarkan perspektif KUHP dan Undang-Undang Perlindungan Anak, serta menguji rasio decidendi hakim dalam mengkualifikasi perbuatan anak pada putusan tersebut. Menggunakan metode yuridis normatif melalui pendekatan undang-undang, kasus, dan konseptual, penelitian ini mengonfirmasi bahwa secara normatif, anak yang melakukan delik pidana akibat guncangan jiwa yang hebat seharusnya diakomodasi melalui alasan pemaaf sesuai mandat Pasal 49 ayat (2) KUHP. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pada putusan nomor 1/Pid.Sus Anak/2020/PN.Kpn, majelis hakim memvonis anak bersalah melakukan penganiayaan yang menyebabkan kematian berdasarkan pasal 351 ayat (3) KUHP dengan saksi berupa tindakan pembinaan selama 1 tahun. Akan tetapi, kajian ini menyimpulkan adanya kecenderungan formalistik dalam pertimbangan hakim yang hanya terpaku pada terpenuhinya delik secara tekstual dan mengesampingkan argumen pembelaan diri dengan dalih adanya opsi untuk melarikan diri. Sikap tersebut di nilai kurang proporsional serta mengabaikan keguncangan jiwa dan psikologis anak. Implementasi perlindungan hukum dalam konteks ini sejatinya harus berlandaskan pada doktrin the best interests of the child, yang menghendaki adanya parameter kesalahan secara subjektif dengan mengintegrasikan aspek kematangan psikis serta tekanan mental yang dialami anak pada saat peristiwa terjadi.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Cahyani, Shafira Ayuning Dwishaywicaa@gmail.com05010722023
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorNingtyas, Mega Ayumegahayu700@gmail.com--
Subjects: Hukum
Hukum > Hukum Peradilan
Keywords: Anak; Perlindungan anak
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Publik Islam
Depositing User: Shafira Ayuning Dwi Cahyani
Date Deposited: 26 Mar 2026 02:38
Last Modified: 26 Mar 2026 02:38
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89102

Actions (login required)

View Item View Item