This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Ramalia, Yesa Titan (2026) Pertanggungjawaban pengganti tindak pidana vandalisme orang dalam gangguan jiwa perspektif hukum positif dan hukum pidana Islam studi kasus di Polsek Taman Sidoarjo. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Yesa Titan Ramalia_05010322024 OK.pdf Download (5MB) |
|
|
Text
Yesa Titan Ramalia_05010322024 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 11 June 2029. Download (5MB) |
Abstract
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum empiris dengan dua sumber data. Data primer penelitian ini diperoleh melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan penyidik, sekertaris desa, dan staf bidang angkutan jalan Dishub Provinsi Jawa Timur. Selain itu, penelitian ini juga didukung oleh data sekunder yang bersumber dari peraturan perundang-undangan, literatur hukum, serta teori yang relevan dengan objek kajian. Seluruh data yang telah diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif deduktif untuk menggambarkan penerapan pertanggungjawaban pengganti dalam praktik serta kesesuaiannya dengan hukum positif dan perspektif hukum Pidana Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penanganan tindak pidana vandalisme oleh orang dengan gangguan jiwa di Polsek Taman Sidoarjo dilakukan melalui mekanisme restorative justice karena pelaku tidak dapat dipidana berdasarkan Pasal 44 ayat 1 KUHP. Mediasi antara keluarga pelaku dan pihak Dinas Perhubungan tidak mencapai kesepakatan karena keterbatasan ekonomi keluarga pelaku, sehingga pemulihan kerugian korban tidak terlaksana, meskipun secara yuridis kerugian dapat dipulihkan melalui mekanisme restitusi berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 serta gugatan perbuatan melawan hukum menurut Pasal 1365 dan Pasal 1367 BW; (2) Dalam perspektif hukum pidana Islam, kerugian yang ditimbulkan oleh orang dengan gangguan jiwa tidak sepenuhnya dibebankan kepada pelaku karena tidak adanya unsur kesengajaan (qaṣd), sehingga penggantian kerugian dapat dialihkan kepada keluarga atau wali melalui konsep diyāt sebagai bentuk tanggung jawab kolektif untuk memulihkan kerugian korban. Adapun saran dari penelitian ini adalah: 1) Aparat kepolisian diharapkan dapat menempuh mekanisme mediasi yang lebih fleksibel dalam penyelesaian perkara melalui pendekatan restorative justice, seperti pemberian ganti rugi secara bertahap atau bentuk kompensasi lain yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi keluarga pelaku, sehingga pemulihan kerugian korban tetap dapat diupayakan; 2) Aparat penegak hukum diharapkan dapat memberikan informasi dan pendampingan kepada korban mengenai upaya pemulihan kerugian melalui mekanisme restitusi maupun gugatan perdata, serta mendorong adanya keterlibatan keluarga pelaku atau pihak terkait dalam mengambil alih tanggung jawab secara proporsional.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum Hukum > Hukum Pidana Islam |
||||||||
| Keywords: | Vandalisme; Orang Dengan Gangguan Jiwa | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam | ||||||||
| Depositing User: | Yesa Titan Ramalia | ||||||||
| Date Deposited: | 11 Jun 2026 07:21 | ||||||||
| Last Modified: | 11 Jun 2026 07:21 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89283 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
