This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Naufal, Ahmad Maulidin (2026) Implementasi restorative justice terhadap penyalahgunaan narkotika dalam perspektif hukum positif dan hukum pidana islam: studi kasus di Kejaksaan Negeri Lamongan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Ahmad Maulidin Naufal_05020322028 OK.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Ahmad Maulidin Naufal_05020322028 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 7 April 2029. Download (3MB) |
Abstract
Penyalahgunaan narkotika di Indonesia masih menjadi persoalan serius yang berdampak pada meningkatnya jumlah perkara pidana dan kelebihan kapasitas Lembaga Pemasyarakatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendekatan pemidanaan retributif belum sepenuhnya efektif dalam menangani penyalahgunaan narkotika yang pada hakikatnya juga merupakan korban ketergantungan. Sebagai upaya mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan dan humanis, Kejaksaan Republik Indonesia menerbitkan Pedoman Jaksa Agung Nomor 18 Tahun 2021 yang membuka ruang penerapan rehabilitasi melalui pendekatan keadilan restoratif. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merumuskan permasalahan mengenai bagaimana implementasi restorative justice terhadap penanganan perkara penyalahgunaan narkotika di Kejaksaan Negeri Lamongan serta bagaimana tinjauannya dalam perspektif hukum positif dan hukum pidana islam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris. Penelitian ini menitiberatkan pada kajian terhadap penerapan hukum dalam praktik (law in action) di Kejaksaan Negeri Lamongan. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara penyalahgunaan narkotika, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan berupa peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, jurnal ilmiah, serta literatur hukum pidana Islam yang relevan dengan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi restorative justice terhadap penyalahgunaan narkotika di Kejaksaan Negeri Lamongan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Pedoman Jaksa Agung Nomor 18 Tahun 2021. Penerapan rehabilitasi dilakukan terhadap penyalahguna narkotika yang memenuhi syarat, khususnya yang tidak terlibat dalam jaringan pengedaran gelap dan telah melalui proses asesmen terpadu. Pendekatan ini dinilai mampu mengedepankan aspek pemulihan pelaku, mengurangi beban Lembaga Pemasyarakatan, serta sejalan dengan asas ultimum remedium dalam hukum pidana. Dalam perspektif hukum pidana Islam, penyalahgunaan narkotika dikategorikan sebagai jarīmah ta‘zīr, sehingga rehabilitasi sebagai bentuk perbaikan dan pendidikan dipandang sesuai dengan tujuan pemidanaan Islam, yaitu al-iṣlāḥ wa at-tahżīb serta perlindungan maqāṣid al-sharī‘ah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diajukan saran agar Kejaksaan terus mengoptimalkan penerapan restorative justice dalam penanganan perkara penyalahgunaan narkotika dengan memperkuat koordinasi antara lembaga terkait dan meningkatkan pemahaman apparat penegak hukum terhadap pedoman yang berlaku. Selain itu, diperlukan dukungan regulasi danpengawasan yang berkelanjutan agar penerapan rehabilitasi benar-benar berorientasi pada pemulihan dan pencegahan pengulangan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Narkotika | ||||||||
| Keywords: | Narkotika; Kejaksaan; Restorative Justice dan Ta‘zir | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam | ||||||||
| Depositing User: | Ahmad Maulidin Naufal | ||||||||
| Date Deposited: | 07 Apr 2026 03:57 | ||||||||
| Last Modified: | 07 Apr 2026 03:57 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89285 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
