This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Negari, Layli Maharani (2026) Studi komparatif efektivitas metode digesti KOH dan H₂O₂ terhadap pemulihan dan karakteristik mikroplastik pada rumput laut Gracilaria verrucosa. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Layli Maharani Negari_09040422059.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Layli Maharani Negari_09040422059_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 8 April 2029. Download (1MB) |
Abstract
Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm yang banyak ditemukan di lingkungan perairan dan berpotensi terakumulasi pada berbagai biota laut, termasuk rumput laut. Kontaminasi mikroplastik pada rumput laut dapat memengaruhi kualitas produk serta berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode digesti menggunakan larutan hidrogen peroksida (H₂O₂) 30% dan kalium hidroksida (KOH) 10% terhadap pemulihan mikroplastik pada rumput laut Gracilaria verrucosa. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menambahkan mikroplastik jenis polyethylene terephthalate (PET) dan polypropylene (PP) ke dalam sampel rumput laut, kemudian dilakukan proses digesti selama 24 jam menggunakan masing-masing larutan. Sampel selanjutnya dipisahkan menggunakan metode density separation dengan larutan NaCl jenuh dan difiltrasi untuk memperoleh partikel mikroplastik. Parameter pemulihan yang diamati meliputi nilai pemulihan mikroplastik tambahan, karakteristik mikroplastik, dan kejernihan larutan hasil digesti. Presisi metode menggunakan standar deviasi (SD) dan coefficient of variation (CV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode digesti H₂O₂ 30% menghasilkan nilai pemulihan mikroplastik sebesar 98%, sedangkan metode KOH 10% sebesar 93%. Karakteristik mikroplastik tambahan tidak mengalami perubahan bentuk, warna, maupun ukuran setelah proses digesti. Di sisi lain, perlakuan KOH 10% menghasilkan larutan yang lebih jernih dibandingkan H₂O₂ 30%. Analisis presisi metode menunjukkan bahwa kedua metode memiliki tingkat presisi yang baik berdasarkan standar deviasi (SD) dengan nilai 2.89 dan coefficient of variation (CV) dengan nilai 2.94. Dengan demikian, kedua metode digesti efektif digunakan untuk isolasi mikroplastik pada rumput laut Gracilaria verrucosa, namun metode H₂O₂ 30% menunjukkan performa yang lebih baik berdasarkan nilai pemulihan mikroplastik.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | Ilmu Kelautan | ||||||||||||
| Keywords: | mikroplastik; digesti kimia; H₂O₂; KOH; gracilaria verrucosa | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Studi Ilmu Kelautan | ||||||||||||
| Depositing User: | Layli Layli Heny | ||||||||||||
| Date Deposited: | 08 Apr 2026 05:11 | ||||||||||||
| Last Modified: | 08 Apr 2026 05:11 | ||||||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89400 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
