Analisis hukum islam dan hukum perdata terhadap sewa skuter listrik untuk anak-anak di Alun-Alun Jombang

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Puspitasari, Lina Mega (2026) Analisis hukum islam dan hukum perdata terhadap sewa skuter listrik untuk anak-anak di Alun-Alun Jombang. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Lina Mega Puspitasari_05040222122 Full.pdf

Download (4MB)
[img] Text
Lina Mega Puspitasari_05040222122 OK.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 April 2029.

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penyewaan skuter listrik kepada anak-anak di Alun-Alun Jombang ditinjau dari perspektif hukum Islam dan hukum perdata. Fenomena ini muncul seiring berkembangnya aktivitas ekonomi berbasis jasa di ruang publik yang bersifat informal, di mana anak-anak menjadi pengguna utama sekaligus pihak yang terlibat langsung dalam transaksi sewa. Praktik tersebut menimbulkan persoalan hukum terkait keabsahan akad, kecakapan hukum anak, serta perlindungan hukum terhadap risiko yang mungkin timbul. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris (field research) dengan pendekatan socio-legal. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pelaku usaha, anak-anak, dan orang tua/wali, serta dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan induktif, serta dikaitkan dengan ketentuan hukum Islam berdasarkan Fatwa DSN-MUI No. 112/DSN-MUI/IX/2017 tentang akad ijarah, hukum perdata (KUH Perdata), dan teori Maṣlaḥah Mursalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penyewaan skuter listrik dilakukan secara sederhana, tanpa akad tertulis, dengan durasi 15 menit dan tarif Rp20.000. Dalam perspektif hukum Islam, praktik ini memenuhi rukun akad ijarah, namun tidak memenuhi syarat kecakapan hukum karena anak sebagai musta’jir belum cakap bertindak hukum, sehingga akad berpotensi fasid. Sementara itu, menurut hukum perdata, praktik ini tidak memenuhi unsur kecakapan sebagaimana Pasal 1320 dan Pasal 1330 KUH Perdata, sehingga perjanjian tersebut berstatus dapat dibatalkan (vernietigbaar). Berdasarkan analisis Maṣlaḥah Mursalah, praktik ini mengandung manfaat berupa hiburan dan ekonomi masyarakat, namun juga memiliki potensi mafsadah berupa risiko keselamatan dan ketidakjelasan tanggung jawab hukum. Oleh karena itu, praktik penyewaan skuter listrik perlu direkonstruksi dengan melibatkan wali secara eksplisit, menetapkan standar keselamatan, serta memperkuat regulasi guna menjamin perlindungan hukum dan kemaslahatan bagi anak-anak.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Puspitasari, Lina Megalinamegapuspitasari@gmail.com05040222122
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisoral-Hamidy, Abu Dzarrinadzarrin2015@gmail.com2004067302
Subjects: Hukum Islam
Sewa
Keywords: Anak; mainan; Sekuter listrik; sewa
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Lina Mega Puspitasari
Date Deposited: 09 Apr 2026 02:44
Last Modified: 09 Apr 2026 02:44
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89497

Actions (login required)

View Item View Item