Makna tradisi khataman al-Qur'an pada malam Jumat Legi: studi living qur'an jama'ah Musala Sabilul Huda Desa Randegan, Sidoarjo

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Putri, Aziza Nadiya (2026) Makna tradisi khataman al-Qur'an pada malam Jumat Legi: studi living qur'an jama'ah Musala Sabilul Huda Desa Randegan, Sidoarjo. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Aziza Nadiya Putri_07020322039 OK.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Aziza Nadiya Putri_07020322039 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 April 2029.

Download (2MB)

Abstract

Tradisi pembacaan Al-Qur’an secara bersama-sama yang biasa dikenal dengan Khataman Al-Qur’an telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Muslim, khususnya di Jawa. Tradisi ini tidak hanya dipahami sebagai bentuk ibadah, namun juga menjadi sarana memperoleh keberkahan serta mempererat hubungan sosial antar masyarakat. Salah satu contoh praktik tersebut adalah tradisi Khataman Al-Qur’an pada malam Jumat Legi yang dilaksanakan di Musala Sabilul Huda Desa Randegan. Tradisi ini masih terus dilestarikan dan dilaksanakan hingga saat ini. Rumusan masalah penelitian ini meliputi (1) Bagaimana prosesi pelaksanaan tradisi khataman Al-Qur’an pada malam Jumat Legi di Musala Sabilul Huda, dan (2) Bagaimana makna tradisi Khataman Al-Qur’an pada malam Jumat Legi di Musala Sabilul Huda Desa Randegan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan model Living Qur’an. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan interdisipliner dengan memadukan kajian tafsir dan sosiologi pengetahuan. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim. Sumber data primer diperoleh dari (1) Informan yakni tokoh pendiri, peserta khataman, dan beberapa jamaah serta warga desa Randegan, (2) Kitab tafsir Al-Misbah, Al-Ibriz dan Tafsir Kemenag, (3) Buku Essays on the Sociology of Knowledge Karl Mannheim. Kemudian sumber sekundernya yakni buku, jurnal dan literasi lainnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan kualitatif-deskriptif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, prosesi tradisi khataman Al-Qur’an pada malam Jumat Legi dilakukan setiap satu bulan sekali yaitu pada malam Jumat Legi dalam waktu yang berbeda, yaitu Rabu malam, Kamis pagi dan Kamis malam. Pembacaan Al-Qur’an dilaksanakan secara kolektif dengan sistem pembagian juz, kemudian dilengkapi dengan kegiatan kirim doa kepada ahli kubur dan untuk masyarakat yang sedang tertimpa musibah, yang terakhir yaitu makan bersama. Kedua, makna tradisi ini mencakup tiga aspek, yaitu (1) Makna objektif sebagai upaya menghidupkan kegiatan religius di Musala dengan mengadakan kegiatan membaca Al-Qur’an secara kolektif, (2) Makna ekspresif sebagai media kirim doa, sebagai bentuk ketenangan jiwa, melatih istiqomah beribadah dan memperkuat solidaritas antar warga, (3) Makna dokumenter yang menunjukkan bahwa tradisi ini sebagai cerminan pola keberagaman masyarakat yang memadukan ajaran Islam dengan budaya lokal serta memperkuat solidaritas soisal dalam kehidupan sehari-hari.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Putri, Aziza Nadiyanailanadiya04@gmail.com07020322039
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorPurwanto, Purwantojalamakna@gmail.com2017047802
Subjects: Agama
Keywords: Khataman Al-Qur'an; Jumat Legi; Karl Mannheim
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Aziza Nadiya Putri
Date Deposited: 09 Apr 2026 02:55
Last Modified: 09 Apr 2026 02:55
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89508

Actions (login required)

View Item View Item