This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Sa'adah, Ilma (2026) Tinjauan hukum Islam terhadap orang tua merantau yang berdampak pada anak: studi kasus di Desa Brengkok Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Ilma Sa'adah_05040122122.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Ilma Sa'adah_05040122122_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 9 April 2029. Download (2MB) |
Abstract
Skripsi dengan judul Tinjauan Hukum Islam terhadap Orang Tua Merantau yang Berdampak pada Anak: Studi Kasus di Desa Brengkok Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana dampak kelalaian terhadap perkembangan anak yang ditinggal orang tua merantau di Desa Brengkok Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan? bagaimana analisis hukum Islam terhadap perkembangan anak yang ditinggal orang tua merantau di Desa Brengkok Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan? Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan (field research), artinya penelitian yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke lokasi penelitian untuk memperoleh data yang berkaitan dengan pembahasan yang diteliti, dalam hal ini mengenai dampak kelalaian orang tua yang merantau terhadap perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. Setelah data terkumpul melalui wawancara dan observasi, data dianalisis menggunakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan studi kasus, serta ditinjau melalui kaidah fikih Al-ḍararu Yuzal. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan: pertama, praktik merantau orang tua di Desa Brengkok Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan umumnya dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi, yaitu keterbatasan lapangan pekerjaan dan kebutuhan keluarga yang semakin meningkat. Perantauan tersebut berdampak beragam terhadap perkembangan anak, namun sebagian besar menunjukkan dampak negatif seperti rasa kesepian, keterasingan emosional, kurangnya pengawasan, penurunan kedisiplinan, serta munculnya perilaku menyimpang. Anak yang ditinggal sejak usia dini cenderung mengalami kekosongan figur orang tua sehingga kebutuhan nafkah batin berupa perhatian, kasih sayang, dan bimbingan tidak terpenuhi secara optimal meskipun kebutuhan materi tetap diberikan. Kedua, ditinjau dari perspektif hukum Islam melalui kaidah fikih Al-ḍararu Yuzal, tindakan merantau pada dasarnya diperbolehkan apabila bertujuan untuk kemaslahatan. Namun apabila perantauan tersebut menimbulkan kemafsadahan yang lebih besar terhadap perkembangan anak, maka hal tersebut bertentangan dengan prinsip bahwa setiap kemafsadahan wajib dihilangkan. Berdasarkan kaidah Al-ḍararu la Yuzalu bi Al-ḍarar, kemafsadahan tidak boleh dihilangkan dengan kemafsadahan yang lain, sehingga pemenuhan kebutuhan ekonomi tidak dapat dijadikan pembenar atas terabaikannya tanggung jawab pengasuhan. Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka penulis menyarankan kepada orang tua agar mempertimbangkan secara matang keputusan merantau dengan tetap menjaga keseimbangan antara pemenuhan nafkah lahir dan nafkah batin anak. Selain itu, keluarga dan masyarakat diharapkan dapat memberikan perhatian serta pengawasan yang lebih terhadap anak-anak yang ditinggal orang tuanya merantau, sehingga perkembangan anak tetap terjaga sesuai dengan prinsip kemaslahatan dalam hukum Islam.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum Islam Keluarga > Keluarga - Anak Orang tua dan Anak |
||||||||
| Keywords: | Orang Tua; merantau; anak | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | Ilma Sa'adah | ||||||||
| Date Deposited: | 09 Apr 2026 03:51 | ||||||||
| Last Modified: | 09 Apr 2026 03:51 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89561 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
