Urgensi pengaturan tanggung jawab hukum atas pelanggaran hak cipta oleh karya yang dihasilkan oleh AI

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Nafilah, Tuhfah Widad (2026) Urgensi pengaturan tanggung jawab hukum atas pelanggaran hak cipta oleh karya yang dihasilkan oleh AI. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Tuhfah Widad Nafilah_05020722076.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Tuhfah Widad Nafilah_05020722076_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 April 2029.

Download (2MB)

Abstract

Skripsi “Urgensi Pengaturan Tanggung Jawab Hukum Atas Pelanggaran Hak Cipta Oleh Karya Yang Dihasilkan Oleh AI”. Ditulis untuk menjawab rumusan masalah: Bagaimana urgensi pengaturan khusus mengenai karya yang dihasilkan Artificial Intelligence (AI) dalam Undang-Undang Hak Cipta di Indonesia, Bagaimana bentuk pertanggungjawaban hukum apabila karya yang dihasilkan oleh Artificial Intelligence (AI) terbukti mengandung unsur pelanggaran terhadap hak cipta pihak lain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Hukum Yuridis- Normatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan digunakan sebagai pendekatan utama untuk mengkaji dan menganalisis ketentuan dalam Undang- Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, pendekatan konseptual digunakan untuk membangun dan menganalisis konsep hukum yang berkaitan dengan permasalahan yang dikaji, pendekatan kasus digunakan untuk menganalisis penerapan hukum terhadap penggunaan aplikasi MusicLM dalam konteks pelanggaran hak Cipta, terakhir Pendekatan perbandingan diterapkan untuk membandingkan pengaturan hak cipta atas karya AI di negara Amerika Serikat. Analisis data dilakukan secara deduktif dengan menguraikan teori dan ketentuan hukum umum tentang hak cipta dan tanggung jawab hukum, kemudian dianalisis, hingga mengerucut pada isu utama mengenai urgensi pengaturan tanggung jawab hukum. Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa Perkembangan Artificial Intelligence (AI) menimbulkan persoalan dalam hukum hak cipta Indonesia, pertanggungjawaban atas pelanggaran tidak dapat dibebankan kepada AI. Kondisi ini menunjukkan adanya urgensi pengaturan hukum Hak Cipta untuk memberikan kepastian hukum bagi para pencipta yang karyanya dimanfaatkan sebagai data pelatihan oleh AI. Dengan demikian, pertanggungjawaban hukum harus dibebankan kepada manusia sebagai pihak yang memberikan perintah, mengendalikan, dan memanfaatkan AI dalam proses penciptaan karya. Selaras dengan kesimpulan di atas, penulis menyarankan: Pertama, Pemerintah dan pembentuk Undang-Undang perlu melakukan pembaruan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan mengatur secara tegas karya yang dihasilkan oleh Artificial Intelligence (AI). Kedua, Pengembang dan penyedia platform AI diharapkan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penggunaan karya berhak cipta sebagai data pelatihan. Terakhir, Pengguna Artificial Intelligence (AI) perlu meningkatkan kesadaran hukum dan etika dalam memanfaatkan AI, agar tetap menghormati hak moral dan hak ekonomi pencipta.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Nafilah, Tuhfah Widadtuhfahnafilah1704@gmail.com05020722076
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorMuwahid, Muwahidmuwahid@uinsby.ac.id2010037801
Subjects: Hukum
Hukum > Hukum Perdata
Hak Cipta
Keywords: Hak cipta; AI
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Publik Islam
Depositing User: tuhfah widad nafilah
Date Deposited: 09 Apr 2026 04:33
Last Modified: 09 Apr 2026 04:33
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89579

Actions (login required)

View Item View Item