Huqūq al-Ṭarīq dalam perspektif hadis dan relevansinya pada fenomena catcalling di kalangan mahasiswa: kajian maʿānī al-hadīth riwayat Abū Dāwūd No. Indeks 4815

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Zainnurrofiq, Muhammad (2026) Huqūq al-Ṭarīq dalam perspektif hadis dan relevansinya pada fenomena catcalling di kalangan mahasiswa: kajian maʿānī al-hadīth riwayat Abū Dāwūd No. Indeks 4815. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Muhammad Zainnurrofiq_07020522044.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Muhammad Zainnurrofiq_07020522044_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 April 2029.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini membahas hadis tentang huqūq al-ṭarīq (hak-hak jalan) riwayat Abū Dāwūd nomor indeks 4815 serta kontekstualisasinya terhadap fenomena catcalling di ruang publik. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya kasus pelecehan verbal di ruang publik yang kerap dianggap sebagai candaan biasa, padahal menimbulkan ketidaknyamanan, rasa tidak aman, dan dampak psikologis bagi korban. Hadis tentang hak jalan memuat prinsip-prinsip etika sosial, seperti menundukkan pandangan (ghadd al-baṣar), menahan gangguan (kaff al-adhā), menjawab salam, serta melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi untuk dikaji dalam menjawab problem sosial kontemporer, khususnya yang berkaitan dengan etika interaksi di ruang publik. Metode yang digunakan meliputi analisis sanad dan matan untuk menilai kualitas hadis, serta pendekatan sosial-historis dan teori interaksionisme simbolik untuk memahami makna dan relevansinya dalam konteks modern. Sumber primer penelitian ini adalah hadis riwayat Abū Dāwūd No. 4815 beserta riwayat-riwayat pendukung dalam kitab hadis lainnya. Adapun sumber sekunder berupa kitab-kitab syarah, literatur ilmu hadis, serta referensi sosial yang membahas fenomena catcalling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tentang huqūq al-ṭarīq berkualitas sahih dan dapat dijadikan hujjah. Analisis sanad membuktikan kesinambungan periwayatan serta kredibilitas para perawi, sedangkan analisis matan menunjukkan bahwa kandungannya tidak bertentangan dengan al-Qur’an maupun prinsip umum syariat. Secara substansi, hadis ini tidak sekadar melarang duduk di jalan secara mutlak, tetapi memberikan pedoman etika dalam memanfaatkan ruang publik secara bertanggung jawab. Dalam konteks kekinian, catcalling dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap hak jalan karena mengandung unsur gangguan verbal dan simbolik yang merendahkan martabat individu. Prinsip menundukkan pandangan dan menahan gangguan dalam hadis tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan ruang publik yang aman dan bermartabat. Dengan demikian, hadis ḥuqūq al-ṭarīq tetap relevan sebagai landasan normatif dalam merespons fenomena pelecehan verbal di ruang publik serta membangun kesadaran etis dalam interaksi sosial masyarakat modern.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Zainnurrofiq, Muhammadzennishimura23@gmail.com07020522044
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorFaruq, Umarumarfaruq250202@gmail.com2005076201
Subjects: Masyarakat Islam
Nabi Muhammad
Sosiologi
Keywords: Huqūq al-ṭarīq; hadis; etika ruang publik; catcalling; interaksionisme simbolik.
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis
Depositing User: Muhammad Zainnurrofiq
Date Deposited: 14 Apr 2026 09:43
Last Modified: 14 Apr 2026 09:43
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89656

Actions (login required)

View Item View Item