This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Tashfiyah, Nailatul (2026) Dialektika wacana subordinasi perempuan: analisis wacana kritis penafsiran kontekstual pada akun facebook @Nadirsyah Hosen. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Nailatul Tashfiyah_07030322089.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Nailatul Tashfiyah_07030322089_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 16 April 2029. Download (2MB) |
Abstract
Fenomena konflik perempuan masih sering dijumpai di berbagai platform media populer. Hal ini ditandai dengan munculnya konflik yang berupa isu ataupun fenomena distorsi penafsiran Al-Qur’an yang kerap menempatkan perempuan pada kedudukan rendah. Kasus tersebut berupa munculnya isu seorang guru yang memberi sanksi kepada siswi dikarenakan tidak mengenakan ciput, isu seorang istri yang rela murtad demi mematuhi suami, serta adanya penafsiran Al-Qur’an di kalangan sebagian Ustadz yang dianggap menyimpang dalam memahami tipu daya wanita. Ketiga isu ini menjadi bagian dari diskriminasi perempuan yang memperkuat struktur subordinasi perempuan. Dalam konteks ini, Nadirsyah Hosen sebagai tokoh cendekiawan muslim menawarkan penafsiran kontekstual yang disampaikan melalui akun facebooknya sebagai bentuk perlawanan sekaligus solusi dalam menghadapi konflik subordinasi perempuan. Penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut: Pertama, menganalisis pola dialektika penafsiran kontekstual yang diusung oleh Nadirsyah Hosen. Kedua, menganalisis konstruksi ideologis terhadap dialektika wacana penafsiran kontekstual Nadirsyah Hosen dalam merespon konflik subordinasi perempuan menggunakan teori analisis wacana kritis Norman Fairclough. Dalam penelitian ini menggunakan metode jenis penelitian kualitatif dengan library research. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berbasis pada ketiga postingan yang berjudul “Ada Apa dengan Ciput?”, “Keimanan Perempuan”, dan “Benarkah Tipu Daya Perempuan Lebih Besar Daripada Setan?”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran kontekstual Nadirsyah Hosen dalam ketiga postingan tersebut menghadirkan pola dialektika yang sistematis. Pola ini dimulai dari menyebutkan isu tersebut, menanggapinya, serta mengkontekstualisasikannya dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Analisis wacana kritis pada dimensi teks menyoroti penggunaan leksikal kata dan struktur antar kalimat secara deklaratif maupun imperatif yang berfungsi mengkritisi subordinasi perempuan. Dimensi praktik diskursif melibatkan produksi teks sebagai konstruksi emansipasi perempuan. Konsumsi teks dominan menunjukkan afirmasi penerimaan teks sebagai solusi dalam menghadapi konflik subordinasi perempuan. Dimensi praktik sosial-kultural, merefleksikan ideologi struktur patriarki yang masih mendominasi masyarakat, sehingga mengakibatkan praktik subordinasi perempuan terbentuk. Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa penafsiran kontekstual dalam akun facebook @Nadirsyah Hosen berfungsi sebagai bentuk perlawanan yang menggunakan otoritas wahyu untuk menantang subordinasi perempuan sekaligus mengadvokasi hak-hak perempuan dalam ruang digital.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Tafsir > Tafsir Al Qur'an | ||||||||
| Keywords: | Dialektika; subordinasi perempuan; penafsiran kontekstual; Nadirsyah Hosen | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | Nailatul Tashfiyah | ||||||||
| Date Deposited: | 16 Apr 2026 02:40 | ||||||||
| Last Modified: | 16 Apr 2026 02:41 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89847 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
