Pembungkaman kebebasan berpendapat di media sosial perspektif Hannah Arendt

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Arbi, Achmad Wafiq Haqiqi (2026) Pembungkaman kebebasan berpendapat di media sosial perspektif Hannah Arendt. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Achmad Wafiq Haqiqi Arbi_07020121024.pdf

Download (735kB)
[img] Text
Achmad Wafiq Haqiqi Arbi_07020121024_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 16 April 2029.

Download (730kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya praktik pembungkaman kebebasan berpendapat di Indonesia, khususnya di media sosial, yang menunjukkan penurunan kualitas demokrasi secara gradual. Fenomena ini tidak bersifat insidental, melainkan sistematis melalui instrumen hukum, tekanan sosial, dan mekanisme kontrol digital. Dalam kerangka pemikiran Hannah Arendt, kondisi ini mengindikasikan kecenderungan totalitarianisme serta munculnya banalitas kejahatan dalam praktik politik kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka (library research). Data primer diperoleh dari karya-karya Hannah Arendt dan laporan kasus pembungkaman di media sosial, sedangkan data sekunder berasal dari literatur ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara konseptual untuk mengidentifikasi pola pembungkaman dan kecenderungan totalitarianisme dalam ruang digital Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembungkaman kebebasan berpendapat di media sosial berlangsung secara sistematis dan berlapis, melalui instrumentalisasi hukum, tekanan sosial oleh aktor non-negara, serta mekanisme kontrol berbasis teknologi. Kondisi ini menandai pergeseran fungsi media sosial dari ruang publik demokratis menjadi arena pengawasan dan pengendalian wacana. Dalam perspektif Hannah Arendt, fenomena tersebut mencerminkan kecenderungan totalitarian modern, terutama melalui perusakan ruang publik, erosi pluralitas, serta normalisasi tindakan represif yang dijalankan tanpa refleksi moral (banalitas kejahatan). Meskipun demikian, praktik yang terjadi belum sepenuhnya memenuhi karakter totalitarianisme dalam pengertian klasik, melainkan menunjukkan tendensi yang bersifat gradual dan parsial. Oleh karena itu, pembungkaman kebebasan berpendapat di era digital perlu dipahami sebagai bentuk awal transformasi kekuasaan yang berpotensi mengikis fondasi demokrasi secara sistematis.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Arbi, Achmad Wafiq Haqiqiachmadwafiqhaqiqiarbi@gmail.com07020121024
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorFata, Ahmad Khoirul--2015048102
Subjects: Filsafat
Ideologi Politik
Demokrasi
Keywords: Pembungkaman kebebasan berpendapat; media sosial; totalitarianisme; Hannah Arendt
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Achmad Wafiq Haqiqi Arbi
Date Deposited: 16 Apr 2026 01:31
Last Modified: 16 Apr 2026 01:31
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89849

Actions (login required)

View Item View Item