Studi pemikiran Sami bin Abdullah al-Maglouth tentang agama-agama non-Islam

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Emha, Haena Mawardah (2026) Studi pemikiran Sami bin Abdullah al-Maglouth tentang agama-agama non-Islam. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Haena Mawardah Emha_07020222030 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 April 2029.

Download (1MB)
[img] Text
Haena Mawardah Emha_07020222030.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitiaan ini mengkaji pandangan Sami bin Abdullah al-Maghlouth terhadap agama-agama non-Islam melalui tiga karya atlasnya, yaitu Atlas Agama-Agama (Atlas al-Adyān), Atlas Perang Salib, dan Atlas Sejarah Para Nabi dan Rasul. Ketiga karya tersebut dianalisis menggunakan kerangka teoritis Jacques Waardenburg yang mencakup tiga dimensi persepsi Muslim terhadap agama lain — teologis-normatif, historis-kontekstual, dan sosial-populer — serta tipologi empat jenis diskursus: deskriptif-informatif, apologetik-polemik, teologis-fiqh, dan dialogis-komunikatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara sistematis posisi epistemologis al-Maghlouth dalam spektrum wacana Islam kontemporer tentang agama-agama non-Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) terhadap teks ketiga atlas al-Maghlouth. Data primer diperoleh dari ketiga karya atlas tersebut, sedangkan data sekunder diperoleh dari karya-karya Waardenburg dan literatur pendukung di bidang studi agama-agama dan pemikiran Islam kontemporer. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis deskriptif-interpretatif yang sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan al-Maghlouth terhadap agama-agama non-Islam tidak dapat direduksi ke dalam kategori sederhana eksklusivisme maupun pluralisme. Melalui tiga dimensi Waardenburg, ditemukan bahwa dimensi teologis-normatif menjadi fondasi paling dominan dalam seluruh karyanya, dengan konsep ḥanīfiyyah sebagai kerangka epistemologis utama yang menempatkan agama-agama non-Islam sebagai cabang-cabang yang menyimpang dari satu agama primordial. Dimensi historis-kontekstual tampak dalam cara al-Maghlouth merespons memori Perang Salib sebagai narasi ketidakadilan historis sekaligus pintu masuk dialog peradaban. Dimensi sosial-populer termanifestasi melalui prinsip ta'āruf, identifikasi titik temu trans-religius antar tradisi Abrahamik, dan keterbukaan metodologis terhadap sumber-sumber akademik non-Islam. Dari sisi tipologi wacana, al-Maghlouth memadukan keempat jenis diskursus dalam satu format yang khas yang disebut diskursus atlas. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa posisi epistemologis al-Maghlouth dapat dikategorikan sebagai inklusivisme hierarkis yang dialogis: mengakui kebenaran parsial agama-agama lain dalam kerangka ḥanīfiyyah, menempatkan Islam pada puncak hierarki wahyu, namun tetap membuka ruang dialog berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Emha, Haena Mawardahhaenamawardahemhaa@gmail.com07020222030
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorAfdillah, Muhammadm.afdillah@uinsa.ac.id2021048202
Subjects: Agama > Biografi Tokoh
Islam dan Ilmu Pengetahuan
Keywords: Sami al-Maghlouth; agama-agama non-Islam; Jacques Waardenburg; inklusivisme hierarkis
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Studi Agama - Agama
Depositing User: Haena mawardah emha
Date Deposited: 27 Apr 2026 03:56
Last Modified: 27 Apr 2026 03:56
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89949

Actions (login required)

View Item View Item