This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Baridah, Fiki Hurin (2026) Ruwat Desa sebagai akulturasi budaya pada masyarakat Desa Sumbertebu Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Fiki Hurin Baridah_10010322010 OK.pdf Download (22MB) |
|
|
Text
Fiki Hurin Baridah_10010322010 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 15 April 2029. Download (22MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas Tradisi Ruwat Desa di Desa Sumbertebu sebagai bentuk akulturasi budaya yang dijalankan oleh masyarakat setempat. Tradisi ini menjadi salah satu media penting dalam kehidupan sosial masyarakat, karena tidak hanya berfungsi sebagai ritual untuk memohon keselamatan dan bersyukur kepada Tuhan, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan sosial, menumbuhkan solidaritas, dan memperkuat identitas komunitas. Masalah penelitian meliputi bagaimana tradisi Ruwat Desa dilaksanakan, makna sosial dan simbolik yang terkandung di dalamnya, serta bagaimana perpaduan nilai-nilai lokal dengan budaya luar terjadi tanpa menghilangkan identitas budaya masyarakat. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana tradisi ini dapat menjadi wadah pembelajaran budaya bagi generasi muda sekaligus instrumen adaptasi terhadap perubahan zaman. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan secara rinci pelaksanaan Ruwat Desa, menganalisis makna sosial dan simbolik yang terkandung di dalamnya, serta memahami proses akulturasi budaya berdasarkan perspektif masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang memungkinkan peneliti memperoleh gambaran mendalam tentang praktik budaya yang kompleks. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, perangkat desa, dan warga, serta dokumentasi untuk melengkapi data empiris. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori tafsir kebudayaan Clifford Geertz, yang menekankan pentingnya memahami praktik budaya sebagai sistem simbolik dan menafsirkan makna dalam konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ruwat Desa memperkuat solidaritas, kebersamaan, dan identitas komunitas melalui perpaduan unsur tradisional, seperti doa khas desa, tumpengan hasil bumi, dan ritual adat, dengan unsur modern, termasuk hiburan musik, sholawatan, dan partisipasi generasi muda. Tradisi ini menjadi ruang interaksi sosial yang dinamis, memungkinkan masyarakat mempertahankan nilai-nilai lokal sambil mengadopsi pengaruh luar secara harmonis. Kesimpulannya, Ruwat Desa merupakan akulturasi budaya yang adaptif, simbolik, dan berperan sebagai instrumen sosial dalam membangun kesadaran kolektif, menjaga identitas budaya, dan memperkuat hubungan antarwarga di Desa Sumbertebu. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya tradisi lokal sebagai sarana pemersatu masyarakat sekaligus sebagai media pendidikan budaya yang terus berlanjut dari generasi ke generasi.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Masyarakat Tradisi Budaya |
||||||||
| Keywords: | Ruwat Desa; Akulturasi Budaya; Masyarakat Sumbertebu | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi | ||||||||
| Depositing User: | Fiki Hurin Baridah | ||||||||
| Date Deposited: | 15 Apr 2026 03:08 | ||||||||
| Last Modified: | 15 Apr 2026 03:08 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/90182 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
