This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Adib, Adib (2026) Analisis penentuan waktu salat ketika miyang oleh nelayan di Desa Bulujowo Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban dalam perspektif ilmu falak. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Adib_05020622016.pdf Download (5MB) |
|
|
Text
Adib_05020622016_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 16 April 2029. Download (5MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memastikan waktu masuknya waktu salat sebagai salah satu syarat sah ibadah, terutama bagi nelayan yang sedang “miyang” (mencari ikan di laut) dan tidak memiliki akses langsung terhadap jadwa waktu salat seperti di darat. Nelayan di Desa Bulujowo Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban harus menentukan waktu salat secara mandiri dengan mengandalkan tanda-tanda alam. Oleh karena itu penelitIan ini merumuskan dua rumusan masalah utama, yaitu bagaimana cara nelayan menentukan waktu salat ketika “miyang”, serta bagaimana analisis penentuan waktu salat oleh nelayan di Desa Bulujowo ketika “miyang” dalam perspektif ilmu falak. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kepada tiga nelayan sebagai informan kunci yaitu, Bapak Jasmani, Bapak Muslimin, Bapak Turnadi. Selain itu penulis juga melakukan observasi partisipatif dengan ikut berlayar Bersama nelayan pada tanggal 9-10 Desember 2025 untuk mengamati langsung pelaksanaan salat di laut serta menentukan titik koordinat nelayan ketika melaksanakan salat. Data pendukung lainya diperoleh melalui dokumentasi dari buku, jurnal, dan sumber relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengkaji temuan lapangan dalam perspektif ilmu falak. Hasil penelitian menunjukan bahwa nelayan Desa Bulujowo menentukan waktu salat ketika melaut dengan mengamati fenomena alam, seperti terbenamnya matahari untuk salat maghrib, hilangnya mega merah sebagai tanda isya, serta munculnya cahaya memanjang di ufuk timur sebagai penanda subuh. Praktik ini mencerminkan penerapan rukyat secara sederhana yang sejalan dengan prinsip ilmu falak. Observasi lapangan menunjukan nelayan melaksanakan salat maghrib pukul 17:49 WIB, isya pukul 19:03 WIB, dan subuh Pukul 03:57 WIB. Jika dibandingkan dengan perhitungan ephemeris, terdapat selisih paling banyak 5 menit yang masih dalam batas kewajaran dan dapat dipahami sebagai bentuk kehati-hatian atau ihtiyat. Berdasarkan hasil tersebut, penulis menyarankan agar nelayan dapat memanfaatkan teknologi pendukung seperti jam digital atau aplikasi waktu salat yang dapat diakses secara offline untuk meningkatkan ketepatan penentuan waktu salat, terutama saat cuaca buruk menghambat pengamatan alam. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mengembangkan kajian dengan membandingkan metode nelayan tradisional dan modern, serta melakukan analisis statistik dan astronomi yang lebih rinci guna memperkuat akurasi kesesuaian antara pengamatan empiris dan perhitungan ilmiah.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Astronomi Hukum Islam Agama dan Ilmu Pengetahuan |
||||||||
| Keywords: | Sholat; miyang | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak | ||||||||
| Depositing User: | Adib Adib | ||||||||
| Date Deposited: | 16 Apr 2026 05:40 | ||||||||
| Last Modified: | 16 Apr 2026 05:40 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/90233 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
