This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Dwiyanti, Linda (2026) Etika permintaan maaf atas tindakan kezaliman pencemaran nama baik: studi ma'ani al-hadith riwayat imam At-Tirmidhi nomor indeks 2419. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Linda Dwiyanti_07010521010.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Linda Dwiyanti_07010521010_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 17 April 2029. Download (2MB) |
Abstract
Pada masa ini, maraknya fenomena pencemaran nama baik, baik dalam kehidupan sosial maupun media digital, yang seringkali menimbulkan kerugian moral dan sosial bagi korban. Hal ini tentu memunculkan perdebatan terhadap makna hadis dalam kitab at-Tirmidhi> nomor indeks 2419 tentang orang muflis memberikan penegasan bahwa kezaliman terhadap kehormatan orang lain akan berimplikasi pada pengurangan pahala di akhirat, sehingga diperlukan etika permintaan maaf sebagai bentuk tanggung jawab moral. Tujuan penelitian ini untuk memberikan pemahaman hadis tersebut dalam konteks etika permintaan maaf atas tindakan kezaliman pencemaran nama baik. Penelitian ini menggunkana pendekatan kulitatif dan menggunakan metode deskriptif, dengan menggunakan Kitab at-Tirmidhi> sebagai data utama dan kepustakaan dari artikel serta kajian ma’anil hadis yang terkait sebagai data sekunder. Penelitian ini mengkaji kualitas, kehujjahan dan pemaknaan hadis tentang hadis meminta halal atas kezaliman pencemaran nama baik dalam riwayat Imam at-Tirmidhi> nomor indeks 2419 terhadap etika permintaan maaf atas tindakan kezaliman pencemaran nama baik yang dikaitkan dengan teori deontologi. Hasil yang diperoleh dari analisis hadis Adalah bahwa hadis riwayat Imam at-Tirmidhi> nomor indeks 2419 adalah hasan shahih gharib, Namun hadis ini mempunyai penguat dari hadis lain sehingga status derajatnya naik menjadi s}ahi>h li ghairihi, sehingga hadis tersebut masih bisa digunakan sebagai hujjah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam riwayat at-Tirmidhi> nomor indeks 2419 menunjukkan bahwa bahwa pencemaran nama baik merupakan bentuk kezaliman yang melanggar kehormatan individu dan memiliki konsekuensi moral yang serius. Hadis tersebut menegaskan bahwa pelaku kezaliman akan dimintai pertanggungjawaban melalui pengalihan pahala kepada pihak yang dizalimi. Dalam perspektif teori deontologi, tindakan meminta maaf merupakan kewajiban moral yang harus dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap martabat manusia. Dengan demikian, etika permintaan maaf atas tindakan pencemaran nama baik mencakup pengakuan kesalahan, penyesalan, pemulihan nama baik korban, serta komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum Islam Etika Hadis |
||||||||
| Keywords: | Etika permintaan maaf; hadis at-Tirmidhi; Deontologi | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis | ||||||||
| Depositing User: | Linda Dwiyanti | ||||||||
| Date Deposited: | 17 Apr 2026 02:25 | ||||||||
| Last Modified: | 17 Apr 2026 02:25 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/90354 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
