This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Hariono, Dinda Bahyrahma Atha Putri (2026) Representasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis karya Reka Wijaya: analisis wacana kritis Sara Mills. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Dinda Bahyrahma Atha Putri Hariono_03040422077 OK.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Dinda Bahyrahma Atha Putri Hariono_03040422077 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 22 April 2029. Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas representasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang mencakup kekerasan verbal dan kekerasan fisik dalam film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis karya Reka Wijaya dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Sara Mills. KDRT merupakan salah satu persoalan sosial yang masih sering terjadi dalam masyarakat patriarkal, di mana perempuan kerap diposisikan sebagai individu yang lemah dan rentan mengalami ketidakadilan. Film sebagai media komunikasi massa tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga berperan dalam merepresentasikan realitas sosial serta membentuk cara pandang masyarakat terhadap suatu fenomena. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) posisi subjek-objek dalam merepresentasikan KDRT pada film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis karya Reka Wijaya, dan (2) posisi penonton dibentuk dalam merepresentasikan KDRT pada film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis karya Reka Wijaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa dialog, adegan, serta narasi dalam film yang mengandung unsur KDRT. Sumber data utama berasal dari film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi serta teknik simak dan catat. Sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi posisi tokoh sebagai subjek atau objek serta menelaah bagaimana film membangun perspektif penonton terhadap peristiwa kekerasan yang ditampilkan. Hasil penelitian ini menampilkan adanya praktik KDRT yang memposisikan tokoh perempuan dalam film sebagai objek kekerasan dengan keterbatasan ruang untuk menyuarakan pengalaman mereka, sedangkan tokoh laki-laki lebih sering ditempatkan sebagai subjek yang mendominasi ruang wacana melalui tindakan dan dialog yang mengarah kepada praktik kekerasan. Selain itu, pada posisi penonton, unsur sinematografi turut mengarahkan penonton untuk melihat peristiwa dari perspektif korban sehingga menumbuhkan rasa empati dan peduli terhadap perempuan sebagai korban KDRT. Temuan ini menunjukkan bahwa film tidak sekadar merepresentasikan realitas kekerasan domestik, melainkan juga mengungkap relasi kuasa yang dipengaruhi oleh budaya patriarki.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Bahasa Indonesia Keluarga Kekerasan Konflik sosial Linguistik |
||||||||
| Keywords: | KDRT; Film; Analisis Wacana Kritis; Sara Mills. | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sastra Indonesia | ||||||||
| Depositing User: | Dinda Hariono | ||||||||
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 06:35 | ||||||||
| Last Modified: | 22 Apr 2026 06:35 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/90461 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
