This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Romzona, Prauda (2026) Analisis maqaṣid al-shari’ah dan hukum positif terhadap poligami dengan alasan bisnis bersama dan kehamilan akibat nikah siri: studi putusan PA Bangil nomor 1384/Pdt.G/2025/PA.Bgl. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Prauda Romzona_05010122029 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 3 May 2029. Download (5MB) |
|
|
Text
Prauda Romzona_05010122029 OK.pdf Download (5MB) |
Abstract
Hukum perkawinan di Indonesia menganut asas monogami, sehingga poligami hanya diperbolehkan apabila memenuhi alasan dan syarat yang ditentukan oleh hukum. Dalam Putusan Nomor 1384/Pdt.G/2025/PA.Bgl, Pemohon mengajukan izin poligami dengan alasan memiliki hubungan bisnis bersama calon istri kedua dan telah terjadi pernikahan siri yang mengakibatkan kehamilan, yang kemudian dikabulkan oleh Majelis Hakim. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengkaji tiga rumusan masalah utama, yakni: (1) Apa pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Agama Bangil terhadap putusan Nomor 1384/Pdt.G/2025/PA.Bgl, (2) Bagaimana analisis Maqāṣid Al-Sharī’ah terhadap putusan Nomor 1384/Pdt.G/2025/PA.Bgl, (3) Bagaimana kesesuaian antara hukum positif terhadap putusan Nomor 1384/Pdt.G/2025/PA.Bgl. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus dan perundang-undangan yang mengkaji Putusan Pengadilan Agama Bangil Nomor 1384/Pdt.G/2025/PA.Bgl tentang izin poligami. Data primer berasal dari putusan pengadilan, sedangkan data sekunder diperoleh dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, dan Kompilasi Hukum Islam, literatur dan karya ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis menggunakan kerangka hukum positif dan maqāṣid al-sharī’ah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hakim mengabulkan pemohonan izin poligami dengan alasan menghindari mudarat yang lebih besar. Menurut perspektif maqāṣid al-sharī’ah khususnya aspek ḥifẓ an-nafs. Dengan dikabulkan permohonan ini memberikan kepastian hukum terhadap status hubungan Pemohon dan calon istri kedua. Namun secara normatif putusan tersebut menimbulkan potensi dampak psikologis terhadap istri pertama dan anak-anak. Menurut hukum positif, Majelis Hakim menilai Pemohon telah memenuhi syarat kumulatif izin poligami, namun alasan bisnis serta kehamilan akibat pernikahan siri tidak secara tegas diatur sebagai dasar diperbolehkannya poligami. Oleh karena itu, putusan ini masih menyisakan ruang untuk dikaji lebih lanjut dari sudut pandang kemaslahatan keluarga secara menyeluruh. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menyarankan agar Majelis Hakim tidak hanya menilai syarat formal hukum, tetapi juga mempertimbangkan dampak psikologis dan keharmonisan keluarga. Bagi para pihak yang mengajukan izin poligami, diharapkan lebih memperhatikan kesiapan mental dan tanggung jawab keluarga, sedangkan bagi pemerintah dan lembaga terkait diperlukan penguatan aturan dan pedoman yang lebih jelas mengenai penilaian keadilan dan kemaslahatan agar perlindungan terhadap istri dan anak dapat terwujud secara optimal.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum Islam Poligami |
||||||||
| Keywords: | Perkawinan; Poligami; Nikah siri | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | prauda romzona | ||||||||
| Date Deposited: | 04 May 2026 03:44 | ||||||||
| Last Modified: | 04 May 2026 03:44 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/90634 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
