This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Waafirin, Ahmad (2026) Tinjauan maqāṣid al-syarī‘ah terhadap fatwa MUI No. 1 Tahun 2025 : studi kasus pada usaha sound horeg di Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Ahmad Waafirin_05010222002.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
Ahmad Waafirin_05010222002_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 29 May 2029. Download (4MB) |
Abstract
Skripsi ini berjudul “Tinjauan Maqāṣid Al-Syarī‘ah Terhadap Fatwa Mui No. 1 Tahun 2025: Studi Kasus Pada Usaha Sound Horeg Di Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro”. Penelitian ini bertujuan menjawab rumusan masalah: 1. Bagaimana aktivitas usaha sound horeg di Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro? 2. Bagaimana persepsi masyarakat terhadap sound horeg di Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro? 3. Bagaimana analisis Maqāṣid alSyarī‘ah terhadap usaha sound horeg dalam kaitannya dengan Fatwa MUI No. 1 Tahun 2025? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan analisis normatif, dengan pendekatan sosiologi hukum. Data pada penelitian ini diperoleh melalui proses wawancara kepada pelaku usaha sound horeg, masyarakat sekitar, dan studi dokumen. kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan pola berpikir induktif. Data lapangan dihubungkan dengan teori Maqāṣid al-Syarī‘ah, khususnya konsep maslahah dan mafsadah, serta didasarkan pada fatwa MUI No. 1 Tahun 2025, guna menilai kesesuaian praktik usaha sound horeg dengan tujuan syariat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha sound horeg di Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro merupakan usaha jasa hiburan yang berkembang di masyarakat dan digunakan dalam berbagai kegiatan sosial. Persepsi masyarakat terhadap sound horeg beragam, memberi manfaat hiburan dan ekonomi namun juga menimbulkan gangguan kebisingan terutama bagi warga terdekat. Karena dampaknya tidak merata, diperlukan pengaturan waktu dan volume suara agar seimbang dengan kenyamanan lingkungan. Dari perspektif Maqāṣid alSyarī‘ah, praktik ini mengandung kemaslahatan dalam aspek hifẓ al-māl (menjaga harta), namun berpotensi menimbulkan mafsadah pada aspek hifẓ al-dīn (menjaga agama), hifẓ al-nafs (menjaga jiwa), dan hifẓ al-‘aql (menjaga akal) apabila tidak dikelola secara bijak. Oleh karena itu, praktik usaha sound horeg tidak dapat dinilai secara mutlak, melainkan bergantung pada cara pelaksanaannya serta kesesuaiannya dengan prinsip menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pelaku usaha sound horeg lebih memperhatikan batasan volume dan waktu pelaksanaan kegiatan agar tidak mengganggu ketenangan masyarakat. Pemerintah daerah dan lembaga keagamaan diharapkan dapat melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada pelaku usaha. Selain itu, penerapan prinsip Maqasid al-Syariah hendaknya menjadi pedoman dalam setiap aktivitas ekonomi masyarakat agar tercipta keseimbangan antara kemaslahatan duniawi dan tanggung jawab keagamaan.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum | ||||||||
| Keywords: | Maqāṣid al-syarī‘ah; usaha sound horeg | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | Ahmad Waafirin Waafirin | ||||||||
| Date Deposited: | 29 May 2026 00:36 | ||||||||
| Last Modified: | 29 May 2026 00:36 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/90840 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
