Penegakan hukum terhadap pelaku thrifting perspektif hukum positif dan hukum pidana Islam: studi kasus di Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Firmansyah, Mochammad Iqbal Choir (2026) Penegakan hukum terhadap pelaku thrifting perspektif hukum positif dan hukum pidana Islam: studi kasus di Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Mochammad Iqbal Choir Firmansyah_05010321015.pdf

Download (3MB)
[img] Text
Mochammad Iqbal Choir Firmansyah_05010321015_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 May 2029.

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menjawab rumusan masalah yang pertama adalah penegakan hukum terhadap pelaku thrifting perspektif hukum positif di Surabaya dan kedua menjawab penegakan hukum terhadap pelaku thrifting perspektif hukum pidana Islam di Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian empiris yang menggunakan pendekatan studi kasus. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif analitis yang didukung oleh pola pikir induktif sesuai data. Data yang dimasukkan berasal dari penelitian secara langsung di Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya dan UPT. Perlindungan Konsumen melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur. Hasil dari penelitian ini merupakan bentuk jeratan hukum yang diberikan kepada pelaku thrifting di Surabaya secara hukum positif dan hukum pidana Islam. Secara hukum positif hasil yang didapat penulis terhadap penegakan hukum kepada pelaku thrifting adalah melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51 Tahun 2015 Tentang Larangan Impor Pakaian Bekas. Walaupun terdapat dua kasus yang tidak melalui impor, akan tetapi pelaku tetap dikenakan hukum sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022 tentang pakaian bekas dilarang masuk dalam negeri serta Undang-undang Perdagangan Nomor 7 Tahun 2014 yang mengahruskan barang dalam keadaan baru. Sedangkan pada hukum pidana Islamnya dikenakan Jarimah Ta’zir sebagai penegakan hukumnya yang dilakukan oleh Ulil Amri sebagai penentu keputusan. Jarimah Ta’zir yang diberikan sesuai dengan perilaku thrifting yaitu dari jarimah terhadap badan maupun harta. Berdasarkan hasil di atas, penulis memberikan saran untuk selalu sinergitas yang dilakukan oleh aparatur negara dalam memberantas thrifitng ini. Kegiatan yang masif serta memahami syari’at Islam dalam membeli barang harus selalu ditegakkan untuk menghilangi peredaran pakaian bekas di Surabaya. Dampak negatif yang didapatkan sangat banyak, sehingga kolaborasi antar lembaga tetap terjalin dengan masif.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Firmansyah, Mochammad Iqbal Choiriqbal190702@gmail.com05010321015
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorRosyadi, Mohammad Imronelauva_indonesia@uinsby.ac.id2015047702
Subjects: Hukum > Hukum Pidana Islam
Hukum Islam > Pidana Positif
Pedagang
Keywords: Pelaku thrifting; bea cukai Tanjung Perak Surabaya
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Mochammad Iqbal Choir Firmansyah
Date Deposited: 25 May 2026 01:27
Last Modified: 25 May 2026 01:27
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/90857

Actions (login required)

View Item View Item