Praktik monopoli penjualan tiket sepak bola perspektif hukum islam di Surabaya: studi perbandingan menurut Wahbah Zuhayli dan Yusuf Qaradawi

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Yusuf, Faqihuddin Qasim (2026) Praktik monopoli penjualan tiket sepak bola perspektif hukum islam di Surabaya: studi perbandingan menurut Wahbah Zuhayli dan Yusuf Qaradawi. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Faqihuddin Qasim Yusuf_C75219032 OK.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Faqihuddin Qasim Yusuf_C75219032 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 June 2029.

Download (1MB)

Abstract

Monopoli dalam tinjauan hukum Islam disebuat dengan Iḥtikār, yang memiliki pengartian kegiatan mengumpulkan dan menimbun barang baik itu bahan pokok maupun dari komoditi lainnya dengan menunggu harganya naik. Skripsi ini menjawab pertanyaan yang dituangkan dalam dua rumusan masalah, yaitu: Bagaimana praktik monopoli penjualan tiket pertandingan sepak bola; dan pendapat Wahbah Zuhayli dan Yusuf Qaradawi dalam praktik monopoli penjualan tiket pertandingan sepak bola. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris. Bahan hukum primer dalam penelitian ini adalah praktik monopoli pembelian tiket sepak bola yang peneliti gali dengan menggunakan wawancara (interview) sedangkan bahan hukum sekunder adalah pendapat Wahbah Zuhayli dan Yusuf Qaradawi yang peneliti gali dengan menggunakan teknik studi pustaka (literature review). Bahan hukum yang sudah terkumpul kemudian peneliti kaji dan analisis perspektif Wahbah Zuhayli dan Yusuf Qaradawi dengan menggunakan teknis analisis deskriptif normatif. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa Pertama, para pelaku melakukan monopoli penjualan tiket dengan cara membeli atau memborong tiket dalam jumlah yang banyak dengan cara meminjam KTP orang lain atau menggunakan beberapa akun sehingga tiket tersebut habis di loket pembelian kemudian menjualnya dengan harga diatas harga normal. Kedua, menurut pendapat Wahbah Zuhayli monopoli penjualan tiket tidak dilarang karena Iḥtikār yang dilarang adalah penimbunan bahan pokok yang menjadi sumber energi untuk manusia maupun hewan yang dapat menimbulkan chaos, sdangkan menurut Yusuf Qaradawi dilarang karena larangan Iḥtikār adalah berlaku untuk penimbunan semua jenis barang yang dibutuhkan masyarakat. Adapun saran dari penulis Pertama, diharap kepada masyarakat agar melakukan transaksi jual beli sesuai dengan syari’at Islam yang jujur dan adil, serta tidak melakukan tindak penimbunan barang yang berakibat kerugian bagi pihak lainnya. Kedua, bagi pihak penyelenggara supaya lebih memperketat pengawasan serta melakukan inovasi yang memudahkan pembeli, agar tidak terjadi kecurangan kembali mengingat memajukan sepakbola Indonesia adalah hal yang membutuhkan peran bersama.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Yusuf, Faqihuddin Qasimfaqihuddinqasim@gmail.comC75219032
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorRosyadi, Moh. Imronelauva_indonesia@uinsby.ac.id2015047702
Subjects: Hukum Islam
Perbandingan Madzhab
Keywords: Jual beli; tiket; sepak bola
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzhab
Depositing User: Unnamed user with email faqihuddinqasim@gmail.com
Date Deposited: 04 Jun 2026 04:08
Last Modified: 04 Jun 2026 04:08
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/90921

Actions (login required)

View Item View Item