Tinjauan hukum adat dan hukum islam terhadap Tradisi Ambrok Di Desa Mulyorejo, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Rohman, Khilliatus Saniyah Putri (2026) Tinjauan hukum adat dan hukum islam terhadap Tradisi Ambrok Di Desa Mulyorejo, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Khilliatus Saniyah Putri Rohman_05050522049 OK.pdf

Download (4MB)
[img] Text
Khilliatus Saniyah Putri Rohman_05050522049 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 June 2029.

Download (4MB)

Abstract

Tradisi Ambrok di Desa Mulyorejo Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban merupakan salah satu praktik adat pranikah yang masih dijalankan oleh sebagian masyarakat. Tradisi ini dilakukan dengan cara calon mempelai laki-laki tinggal sementara di rumah calon mempelai perempuan sebelum akad nikah. Latar belakang munculnya tradisi ini tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat terhadap perhitungan hari dalam budaya Jawa (Nogo dino) yang diyakini berpengaruh terhadap keberuntungan dalam pernikahan. Di sisi lain, praktik ini menimbulkan persoalan jika ditinjau dari perspektif hukum Islam, khususnya terkait batasan interaksi antara laki-laki dan perempuan sebelum akad nikah. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dirumuskan untuk menjawab dua permasalahan utama, yaitu: (1) bagaimana proses dan pelaksanaan tradisi Ambrok di Desa Mulyorejo, dan (2) bagaimana analisis perbandingan hukum adat dan hukum Islam terhadap tradisi tersebut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan empiris (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan masyarakat, tokoh adat, serta pelaku tradisi Ambrok, disertai observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan mengaitkan fakta di lapangan dengan konsep hukum adat dan hukum Islam, khususnya teori ‘urf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ambrok dilakukan sebagai solusi atas ketidaksesuaian perhitungan hari pernikahan menurut kepercayaan Nogo dino, sehingga pasangan dianggap tidak “melawan” arah keberuntungan. Dalam perspektif hukum adat, tradisi ini dipandang sebagai kebiasaan yang hidup dan berkembang di masyarakat serta memiliki fungsi sosial dalam menjaga keseimbangan dan keharmonisan. Namun dalam perspektif hukum Islam, praktik Ambrok tidak sepenuhnya dapat dibenarkan, terutama pada aspek tinggal bersama sebelum akad nikah yang berpotensi menimbulkan khalwah dan pelanggaran norma syariat. Meskipun demikian, unsur tolong-menolong dalam membantu calon mertua masih dapat diterima selama tidak mengandung unsur kemaksiatan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa tradisi Ambrok dalam perspektif ‘urf merupakan kebiasaan masyarakat yang memiliki nilai sosial dan kultural, namun penerimaannya harus dilakukan secara selektif. Unsur yang tidak bertentangan dengan hukum Islam dapat dipertahankan, Berbeda halnya dengan unsur yang berpotensi menimbulkan kemudaratan perlu ditinggalkan atau disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariat.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Rohman, Khilliatus Saniyah Putrikhilliatussaniyah02@gmail.com05050522049
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorMustofa, Imronimron_mustofa@uinsa.ac.id2119108701
Subjects: Fikih > Fikih Perbandingan
Nikah > Nikah - Ijab Kabul
Perkawinan
Tradisi
Adat
Keywords: Adat istiadat; Tradisi; Tradisi Ambrok; Tuban
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzhab
Depositing User: Khilliatus Saniyah Putri Rochman
Date Deposited: 08 Jun 2026 03:18
Last Modified: 08 Jun 2026 03:18
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/90949

Actions (login required)

View Item View Item