Pemenuhan hak anak bagi keluarga beda agama prespektif hukum islam dan hukum positif: studi kasus di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ramadhan, Mohammad Naufal (2025) Pemenuhan hak anak bagi keluarga beda agama prespektif hukum islam dan hukum positif: studi kasus di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Mohammad Naufal Ramadhan_ 05040121133.pdf

Download (4MB)
[img] Text
Mohammad Naufal Ramadhan_05040121133_ Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 June 2029.

Download (4MB)

Abstract

Skripsi ini merupakan hasil dari penelitian dengan judul “Pemenuhan Hak Anak Bagi Keluarga Beda Agama Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif (Studi Kasus di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan)”. Bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah sebagai berikut, yang pertama Bagaimana pelaksanaan pemenuhan hak anak dalam keluarga beda agama di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, selanjutnya rumusan masalah yang kedua, Bagaimana perspektif Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 terhadap pemenuhan hak anak dalam keluarga beda agama. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris pendekatan normatif dengan studi kasus untuk memahami masalah kompleks. Data dikumpulkan melalui wawancara tidak terstruktur kemudian dianalisis berdasarkan perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga keluarga di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Dalam peneliti ini menunjukkan bahwa pola pemenuhan hak anak bagi keluarga beda agama yang diterapkan dari tiga keluarga sudah berjalan sesuai Hukum Islam Maqashid syariah dan Hukum Positif Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 terhadap pemenuhan hak anak dalam keluarga beda agama. Namun, dalam segi penerepan Maqashid Syariah dalam menjaga harta tidak sejalan dengan Hukum Islam dalam pembagian harta waris karena dalam Hukum Islam anak yang lahir dari keluarga beda agama tidak berhak mendapatkan harta waris, namun dari 3 keluarga ini dalam segi pembagian harta waris menggunakan Hukum Adat yaitu harta waris dibagi secara merata dan secara adil. Peneliti menyarankan agar ketiga keluarga di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan yang melaksanakan pernikahan beda agama agar dapat memenuhi kekurangan yang terdapat pada Hukum Islam yakni Maqashid Syariah.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ramadhan, Mohammad Naufalnopaluinsa@gmail.com05040121133
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorGhufron, Muhammadmuhammadghufron@gmail.com2024027602
Subjects: Ahli Waris
Hukum Islam
Agama > Agama dan Ilmu Pengetahuan
Keywords: Hak Anak; beda agama; hukum Islam; hukum positif
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Mohammad Naufal Ramadhan
Date Deposited: 22 Jun 2026 05:35
Last Modified: 22 Jun 2026 05:35
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/91105

Actions (login required)

View Item View Item