This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Fauzia, Anis (2026) Fenomena perlindungan upah kurir gofood: pemaknaan hadis riwayat ibnu majah no. 2443 tentang ijārah dalam memandang upah kurir gofood dari pembatalan cod melalui teori double movement. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Anis Fauzia_07020522024.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Anis Fauzia_07020522024_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 25 June 2029. Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik pembatalan pesanan secara sepihak oleh konsumen dalam sistem pembayaran Cash on Delivery (COD) pada layanan GoFood, yang sering kali merugikan kurir dan mencerminkan ketidakadilan dalam hubungan kerja di era gig economy. Fenomena ini menimbulkan permasalahan mengenai perlindungan upah kurir yang belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip keadilan Islam. Penelitian ini dirumuskan dalam tiga permasalahan utama, yaitu: bagaimana kualitas hadis ijārah riwayat Sunan Ibnu Mājah No. 2443, bagaimana pemaknaan hadis tersebut melalui teori Double Movement Fazlur Rahman, serta bagaimana implikasinya terhadap perlindungan upah kurir GoFood dari pembatalan pesanan COD. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kualitas hadis, memaknai hadis ijārah melalui pendekatan hermeneutika Double Movement, serta menguraikan implikasi normatifnya dalam konteks perlindungan hak pekerja di era ekonomi digital. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan pendekatan kualitatif yang dominan, meliputi studi kepustakaan, takhrij hadis, analisis sanad dan matan, serta interpretasi kontekstual terhadap data lapangan berupa wawancara dan dokumentasi fenomena pembatalan COD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sanad hadis tergolong ḍa‘īf, matannya tetap maqbūl karena selaras dengan prinsip keadilan dalam Islam. Melalui pendekatan Double Movement Fazlur Rahman, hadis ini tidak hanya menekankan ketepatan waktu pembayaran upah, melainkan juga keadilan, kepastian, dan perlindungan terhadap pekerja. Dalam konteks gig economy, pembatalan pesanan tanpa kompensasi merupakan bentuk ketidakadilan yang bertentangan dengan semangat hadis. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang menjamin perlindungan upah kurir agar tercipta sistem kerja yang lebih adil dan berkelanjutan.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum Islam Hukum Islam > Ijarah Hadis |
||||||||
| Keywords: | Ijārah; hadis Ibnu Majah; double movement; perlindungan upah; kurir GoFood; pembatalan COD | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis | ||||||||
| Depositing User: | Anis Fauzia | ||||||||
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 07:01 | ||||||||
| Last Modified: | 25 Jun 2026 07:01 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/91169 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
