Konsep pembuktian perkara (al-bayyinah): studi tafsir kontekstual Fazlur Rahman Surah Yūsuf [12] Ayat 26–28)

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

M. Fahmi, M. Fahmi (2026) Konsep pembuktian perkara (al-bayyinah): studi tafsir kontekstual Fazlur Rahman Surah Yūsuf [12] Ayat 26–28). Masters thesis, UIN Sunan Ampel, Surabaya.

[img] Text
M. Fahmi_02040524022.pdf

Download (3MB)
[img] Text
M. Fahmi_02040524022_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 June 2029.

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini berangkat dari problematika praktik pembuktian yang kerap diwarnai bias, prasangka, dan kurangnya standar verifikasi yang adil, baik dalam sistem peradilan maupun ruang publik. Fenomena tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara prinsip pembuktian ideal dalam al-Qur’an dengan praktik kontemporer. Oleh karena itu, kajian terhadap konsep al-bayyinah dalam Surah Yusuf [12]: 26–28 menjadi penting untuk menemukan kerangka epistemologis pembuktian yang berkeadilan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana konsep pembuktian dalam Surah Yusuf [12]: 26–28, dan (2) bagaimana konsep tersebut dapat dipahami melalui perspektif teori Double Movement Fazlur Rahman. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap prinsip-prinsip pembuktian Qur’ani serta merelevansikannya dengan konteks modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis komparatif terhadap penafsiran beberapa mufasir, yaitu al-Razi, al-Tabari, Ibn Kathir, al-Zuhayli, dan al-Sha‘rāwī. Selain itu, teori Double Movement digunakan sebagai kerangka analisis untuk menggali makna historis ayat dan mengkontekstualisasikannya dalam realitas kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep al-bayyinah dalam ayat tersebut tidak hanya terbatas pada bukti formal, tetapi mencakup prinsip kehati-hatian dalam tuduhan, pentingnya bukti empiris, hak pembelaan diri, serta larangan menggeneralisasi yang merugikan pihak tertentu. Melalui pendekatan Double Movement, prinsip-prinsip tersebut dapat direkonstruksi menjadi kerangka epistemologi pembuktian yang relevan dengan sistem hukum modern, termasuk dalam menghadapi tantangan disinformasi dan bias sosial. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan model epistemologi pembuktian Qur’ani yang integratif, yang tidak hanya memperkaya kajian tafsir, tetapi juga menawarkan landasan normatif bagi penguatan keadilan dalam praktik pembuktian di era kontemporer.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
M. Fahmi, M. Fahmifahmitubanfahmituban@gmail.com02040524022
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorHamidy, Abu Dzarrin aladzarrin2015@gmail.com2004067302
Thesis advisorMubarok, Nafinafi.mubarok@gmail.com2014047401
Subjects: Al Qur'an
Keywords: Al-bayyinah; surah Yusuf; double movement
Divisions: Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Fahmituban M Fahmi
Date Deposited: 19 Jun 2026 01:16
Last Modified: 19 Jun 2026 01:16
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/91184

Actions (login required)

View Item View Item