This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Ariyandito, Ferry (2026) Pemenuhan hak anak keluarga broken home yang berkerja perspektif fikih keluarga karya Faqihuddin Abdul Kodir dan teori kebutuhan dasar Abraham Maslow: studi kasus di Desa Blimbing Kec. Paciran Kab. Lamongan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Ferry Ariyandito_05040122117 full.pdf Restricted to Repository staff only until 25 June 2029. Download (4MB) |
|
|
Text
Ferry Ariyandito_05040122117.pdf Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan hak anak pada keluarga broken home yang bekerja di Desa Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, ditinjau dari perspektif Fikih Keluarga dan teori kebutuhan dasar Abraham Maslow. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya angka perceraian yang berdampak pada kondisi anak, khususnya terkait pemenuhan hak-hak dasar seperti pendidikan, pengasuhan, nafkah, serta kebutuhan psikologis. Dalam banyak kasus, anak dari keluarga broken home terpaksa bekerja di usia dini akibat lemahnya tanggung jawab orang tua pasca perceraian, sehingga berpotensi mengabaikan hak-hak mereka sebagai anak. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi literatur yang kemudian dianalisis secara deskriptif dengan mengaitkan temuan lapangan dengan konsep Fikih Keluarga dan teori kebutuhan dasar Abraham Maslow. Pendekatan Fikih Keluarga digunakan untuk menilai pemenuhan hak anak dalam aspek hak hidup, pengasuhan, pendidikan, dan nafkah, sedangkan teori Maslow digunakan untuk mengkaji pemenuhan kebutuhan fisiologis, rasa aman, kasih sayang, penghargaan, dan aktualisasi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak anak keluarga broken home yang bekerja di Desa Blimbing belum sepenuhnya terpenuhi secara optimal. Dari perspektif Fikih Keluarga, masih ditemukan adanya pengabaian terhadap kewajiban orang tua, terutama dalam hal pemberian nafkah, perhatian, dan pengasuhan yang layak. Banyak anak yang tidak mendapatkan pendidikan yang memadai serta kurangnya perlindungan dan kasih sayang dari orang tua. Dari perspektif teori kebutuhan dasar Abraham Maslow, sebagian besar anak masih berada pada pemenuhan kebutuhan tingkat dasar, yaitu kebutuhan fisiologis dan rasa aman, sementara kebutuhan tingkat lebih tinggi seperti kasih sayang, penghargaan, dan aktualisasi diri belum terpenuhi dengan baik. Kondisi tersebut berdampak pada perkembangan psikologis dan sosial anak, seperti rendahnya rasa percaya diri, kurangnya motivasi belajar, serta kecenderungan perilaku menyimpang. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan tanggung jawab yang lebih besar dari orang tua dalam menjamin pemenuhan hak anak secara menyeluruh. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian hukum keluarga Islam serta menjadi referensi dalam upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak, khususnya dalam konteks keluarga broken home.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Broken Home Fikih Keluarga > Keluarga Islam |
||||||||
| Keywords: | Hak anak; keluarga broken home; pekerja; fikih keluarga | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | ferry ariyandito | ||||||||
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 02:34 | ||||||||
| Last Modified: | 25 Jun 2026 02:34 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/91597 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
