Wasilah, Wasilah (2026) Framing hadis Bukhari tentang keadilan hukum ke dalam wacana feodalisme pesantren pada akun Instagram @daionlineofficial. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Wasilah_07020522061.pdf
Download (2MB)
Wasilah_07020522061_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 August 2029.
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya penggunaan hadis di media sosial yang dijadikan legitimasi terhadap isu sosial keagamaan, termasuk wacana feodalisme pesantren. Salah satu akun yang membahas isu tersebut adalah akun Instagram @daionlineofficial yang menggunakan hadis riwayat Bukhari tentang keadilan hukum sebagai dasar kritik terhadap praktik penghormatan kepada kiai di lingkungan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas hadis riwayat Bukhari tentang keadilan hukum ditinjau dari perspektif ilmu hadis, memahami makna hadis tersebut, serta menganalisis framing hadis pada akun Instagram @daionlineofficial berdasarkan teori framing Robert N. Entman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitis dengan metode library research dan studi kasus media. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap konten akun Instagram @daionlineofficial dan dokumentasi dari kitab hadis, kitab syarah, buku, jurnal, dan literatur pendukung lainnya. Analisis data dilakukan melalui takhrij hadis, ma'anil hadis, dan analisis framing Robert N. Entman yang meliputi define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan treatment recommendation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis riwayat Bukhari tentang keadilan hukum berkualitas sahih dan dapat dijadikan hujjah. Secara makna, hadis tersebut menegaskan prinsip keadilan dalam penegakan hukum tanpa diskriminasi status sosial, nasab, ataupun kedudukan. Namun, framing akun tersebut menunjukkan adanya proses seleksi isu dan penonjolan aspek tertentu dengan menekankan nilai kesetaraan sosial untuk mengkritik praktik penghormatan kepada kiai di pesantren. Oleh karena itu, terjadi reduksi konteks hadis dari ranah hukum pidana ke ranah sosialisasi budaya, sehingga makna hadis mengalami pergeseran dari pembahasan keadilan dalam penegakan hukuman pidana menjadi legitimasi kritik terhadap praktik penghormatan dalam tradisi pesantren.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Framing hadis; feodalisme; media sosial; Sahih Bukhari | ||||||||
| Subjects: | Media Sosial Pesantren Hadis |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis | ||||||||
| Depositing User: | Wasilah Wasilah | ||||||||
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 02:27 | ||||||||
| Last Modified: | 05 Aug 2026 02:27 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/92495 |
