Problematika lafadz adzan: study kuwalitas hadis tentang Tatswib dalam Sunan Abu Dawud

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hani, Umi (2007) Problematika lafadz adzan: study kuwalitas hadis tentang Tatswib dalam Sunan Abu Dawud. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
E03303037_Umi Hani_2007 ok.pdf

Download (13MB)

Abstract

Hadis adalah sumber kedua bagi umat Islam setelah al Quran. Hadis dapat . dijadikan pedoman dan sumber hukum setelah memenuhi persyaratan-persyaratan ketat. Persyaratan tersebut meliputi dua hal yakni yang berhubungan dengan sanad(jalur) serta yang berhubungan dengan matan(isi) hadis. Hadis berbicara tentang banyak persoalan, baik yang telah disinggung oleh al Quran atau belum sama sekali. Salah satu persoalan yang dibicarakan oleh hadis adalah adzan. Yakni adzan yang kita kenal selama ini sebagai petanda telah masuknya waktu shalat. Dalam hadis tentang adzan banyak sekali persoalan yang temyata perlu mendapat perhatian serius. Salah satunya adalah hadis tentang membaca kalimat tatswib pada adzan subuh. Dimana makna masyhur dari tatswib adalah kalimat al shalat khairun min al naum yang dibaca setelah kalimat hayya 'ala alfalah sebanyak dua kali pada adzan subuh. Dan untuk mengetahui secara jelas bagaimana sebenamya tatswib, apa dasar hukumnya serta hal lainnya, penelitian ini dilakukan. Secara garis besar penelitian ini bermaksud meneliti beberapa hal sebagaimana tema yang telah diambil dengan rumusan masalah sebagai berikut; 1. Seberapa banyak hadis tentang tatswib yang ada dalam sunan Abu Dawud. 2. Bagaimana kuwalitas hadis tentang tatswib dalam sunan Abu Dawud baik dari segi sanad maupun matan-nya. Dan 3. Bagaimana nilai ke- hujjah-esi hadis tentang tatswib yang terdapat dalam sunan Abu Dawud tersebut. Demi terlaksananya penelitian ini, digunakan beberapa langkah penelitian yang nantinya akan dijadikan acuan, yakni 1. penelitian ini bercorak library reseach, dimana semua data penelitian ini diperoleh dari bahan tertulis yang telah ada sebelumnya. 2. sedangkan langkah penelitian hadisnya melalui beberapa metode yang terdapat dalam penelitian hadis sendiri, yaitu, a. metode talhrij. b. metode I'tibar dan c. masuk pada penelitian hadis dengan spesifikasi sebagai berikut; pertama; penelitian sanad hadis. kedua; penelitian matan hadis dan ketiga; menilai tingkat se-hiqjah-es: hadis. Dan setelah dilakukan penelitian terhadap salah satu hadis tentang tatswib dengan sanad Al Hasan Bin Ali, Abu Asim, Ibn Juraij, Usman Bin Al Saib, Al Saib dan Abu Mahdlurah yang terdapat dalam sunan Abu Dawud diperoleh kesimpulan bahwa hadis tentang tatswib dalam sunan Abu Dawud tersebut bemilai shahih. Dan tingkat ke-shahih-annya mencapai derajat tertinggi yakni shahih lidzatih, karena baik sanad dan matan-nya berkuwalitas memenuhi syarat sebagai hadis shahih. Dengan kuwalitas hadis demikian maka tingkat ke-hujjah-an hadis tentang tatswib dalam sunan Abu Dawud dengan sanad sebagaimana telah tersebut diatas adalah maqbul wa ma 'mulun bihi.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hani, UmiUNSPECIFIEDE03303037
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorArifin, Zainulzen.arifin56@gmail.com2002025601
Subjects: Agama dan Ilmu Pengetahuan
Keywords: Hadis; adzan; sanad; matan; tatswib
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 25 Feb 2025 04:02
Last Modified: 25 Feb 2025 04:02
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/78265

Actions (login required)

View Item View Item