Konsep bughat dalam al-Qur'an: telaah tafsir taysir al-bayan li ahkam al-Qu'an karya Ibn Nur al-Din perspektif nazariyat al-hudud

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ananta, Pramudia (2025) Konsep bughat dalam al-Qur'an: telaah tafsir taysir al-bayan li ahkam al-Qu'an karya Ibn Nur al-Din perspektif nazariyat al-hudud. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Pramudia Ananta_07020321073.pdf

Download (875kB)
[img] Text
Pramudia Ananta_07020321073_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 March 2028.

Download (858kB)

Abstract

Konsep bugha>t dalam Islam adalah salah satu kajian penting dalam Tafsir Ahkam, terutama dalam memahami ayat-ayat yang berkaitan dengan hukum dan ketertiban sosial. Ibn Nur al-Din merupakan tokoh ulama fikih bermazhab Syafi’iyang berasal dari Negara Yaman. Salah satu karyanya yang sangat popular dalam bidang tafsir adalah Tafsir Taysir al-Bayan li Ah}kam al-Qur’an yang menghimpun ayat-ayat yang berkaitan dengan hukum-hukum. Kajian pada penelitian ini berfokus pada konsep bugha>t menurut Ibn Nur al-Din dalam karya tafsirnya tersebut. Untuk memahami konsep bugha>t menurut Ibn Nur al-Din, penulis menggunakan teori h}udud gagasan Muhammad Syahrur sebagai pendekatan untuk menganalisis. Teori h}udu>d gagasan Muhammad Syahrur merupakan sebuah kerangka analisis yang dapat digunakan dalam memahami ayat-ayat yang berkaitan dengan ayat-ayat hukum. Menurut Syahrur, pembacaan teks-teks Al-Qur’an selalu relevan dengan seiring berkembangnya zaman, sehingga pemaknaan ayat-ayat Al-Qur’an tidak harus stagnasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan yang bersifat deskriptif analisis, data yang dikumpulkan dengan cara mengutip dan menganalisis dengan menggunakan pendekatan ilmu tafsir. Pendekatan tersebut diterapkan untuk menganalisis penafsiran Q.S. Al-Hujurat [49]: 9 dalam Tafsir Taysir al-Bayan li Ah}kam al-Qur’a>n sebagai sumber data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Ibn Nur al-Din tentang bugha>t dalam Q.S. Al-Hujurat [49]: 9 yang dianalisis dengan teori h}udud dapat dikategorikan ke dalam dua batas hukum, yaitu h}add fi al-kamm (kualitas) dan hadd fi al-kayf (kuantitas). Hadd fi al-kamm mencakup batas minimal (hadd al-adna), yaitu peringatan dengan tanpa disertai kekerasan, dan batas maksimal (hadd al-a‘la) berupa perlawanan untuk menghentikan kezaliman hingga pelaku kembali kepada hukum-hukum Allah. sementara itu, hadd fi al-kayf merujuk kepada syarat bahwa perlawan terhadap pelaku bughat harus dilakukan dengan prinsip keadilan tanpa disertai dengan kekerasan atau penganiayaan yang tidak perlu. Jika ditinjau dari sudut pandang Muhammad Syahrur dalam teori hudud, maka penafsiran Ibn Nur al-Din atas Q.S. al-hujurat [49]: 9 relevan dengan konteks kontemporer, karena bagi Syahrur hudud bersifat fleksibel dan kontekstual selama dalam wilayah h}add al-adna dan hadd al-a‘la, menyesuaikan dengan kondisi sosial dan politik yang terus berkembang.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ananta, Pramudiapramananta10@gmail.com07020321073
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorBakar, AbuAbu.bakar@uinsby.ac.id2004047303
Subjects: Hukum Islam > Peradilan
Al Qur'an
Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Keywords: Bughat; Ibn Nur al-Din; taysir al-bayan li ahkam al-Qur’an; teori hudud
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Pramudia Ananta
Date Deposited: 20 Mar 2025 04:12
Last Modified: 20 Mar 2025 04:12
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/78865

Actions (login required)

View Item View Item