Kehidupan sosial masyarakat Islam Sasak dan Hindu Sasak di Kelurahan Karang Pule Kecamatan Ampenan: studi komperatif

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hardjo, Budi (2003) Kehidupan sosial masyarakat Islam Sasak dan Hindu Sasak di Kelurahan Karang Pule Kecamatan Ampenan: studi komperatif. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
E02398004 Budi Hardjo_2003 ok.pdf

Download (36MB)

Abstract

Masalah yang diteliti dalam skripsi yang berjudul "Kehidupan Sosial Masyarakat Islam Sasak dan Masyarakat Hindu Sasak di Kelurahan Karang Pule Kecamatan Ampenan" ini adalah ( 1) bagaimanakah sejarah tumbuh dan berkembangnya masyarakat Islam Sasak dan masyarakat Hindu Sasak ; (2) bagaimanakah kultur kedua masyaraka tersebut ; dan (3) bagaimana pula proses interaksi antara keduanya. Berkenaan dengan itu, dalam penelitian lapangan (field research) ini digunakan metode kualitatif untuk memperoleh data obyektif mengenai kehidupan sosial masyarakat Islam Sasak dan masyarakat Hindu Sasak. Digunakan juga metode komparatif untuk membandingkan kehidupan masyarakat Islam Sasak dan masyarakat Hindu Sasak. Sesuai dengan masalah tersebut, data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Dalam penelitian itu disimpulkan bahwa masuk dan berkembangnya "Islam Sasak" di Lombok dibawa oleh Pangeran Prapen, Putra Sunan Ratu Giri. Peristiwa ini terjadi pada masa pemerintahan Sunan Dalem yang memerintah pada tahun 1505- 1545. Setelah berhasil menaklukkan dan mengislarnkan raja Lombok, Sunan Prapen dengan pasukannya kemudian mengislamkan kedatuan-kedatuan lainnya. Sedangkan masuk dan berkembangnya agama Hindu di Lombok pada abad ke 11 M. dibawa oleh Pangeran Sangupati dari Jawa dan berkembang dengan pesat pada masa pemerintahan Karang Asem dibawah pimpinan I Gusti Wayan Tegah setelah memerangi kerajaan Pejanggik ( 1672). Kebudayaan masyarakat "Islam Sasak" dengan masyarakat Hindu secara hakiki memiliki karakteristik budaya dasar yang khas antara kedua bentuk kultur ini lebih banyak memiliki kesamaan dari pada perbedaan, ini bisa dilihat dalam segala jenis bidang kebudayaan. Interaksi antara masyarakat "Islam Sasak" dengan masyarakat Hindu sampai saat ini masih menunjukkan keharmonisan, mereka sangat menjiwai makna pluralitas keagamaan sehingga mereka tetap mengutamakan kedamaian. Selama faktor yang akan menjadi bibit-bibit disharmonisasi tidak menyusup ke dalam kedua kelompok tersebut, maka keharmonisan diantara mereka tetap terpelihara dengan baik. Sebaiknya pengkajian sejarah masuknya "Islam Sasak" dengan Hindu Sasak yang selama ini tidak memiliki sumber yang autentik harus diteliti kembali dengan penuh kecermatan. Karena sejarah merupakan refleksi masa lalu untuk menjadi sebuah motivasi dalam meniti masa depan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hardjo, BudiUNSPECIFIEDE02398004
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorSjamsudduha, SjamsudduhaUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Masyarakat Islam
Keywords: Masyarakat Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Perbandingan Agama
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 20 Mar 2025 06:34
Last Modified: 20 Mar 2025 06:34
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/79124

Actions (login required)

View Item View Item